Genjot Produktifitas, Kementan Rehab 1.150 Hektar Lahan Pala di Jabar - Berita Bagus

Mobile Menu

Powered by Blogger.

More News

logoblog

Genjot Produktifitas, Kementan Rehab 1.150 Hektar Lahan Pala di Jabar

2/27/2019


Kementerian Pertanian menyalurkan bantuan benih pala varietas unggul lokal untuk merehabilitasi 1.150 hektar lahan pala yang kurang produktif di Jawa Barat.

Sasaran bantuan rehabilitasi pala itu tersebar di empat kabupaten, diantaranya Sukabumi, Cianjur, Bogor dan Purwakarta.

Direktur Tanaman Semusim dan Rempah Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Agus Wahyudi mengatakan program rehabilitasi ini diperuntukkan untuk petani yang tanaman palanya sudah terserang hama.

"Solusinya adalah rehabilitasi kalau sudah terserang. Selain itu kita juga lakukan pencegahan," kata Agus di sela-sela penyerahan bantuan bibit di pekarangan Masjid Tajug Gede Cilodong, Purwakarta Jawa Barat, Rabu (27/2).

"Karena kalau sudah masuk nggak terlihat itu, seperti dia menggerek di dalam batang, tiba-tiba pelan-pelan batangnya mati," lanjutnya.

Dengan bantuan ini, Agus berharap produktifitas panen pala meningkat dua kali lipat dari sebelumnya. Apalagi, bantuan yang disalurkan adalah benih pala unggulan varietas lokal.

"Pala itu sebenarnya bisa dua ton potensinya (perhektar), sementara petani saat ini baru mencapai 600 kilo," ungkap Agus.

"Ini pala banda varietas unggul lokal Wanayasa. Pala yang sudah beradaptasi cukup lama dan kasus penggerek batang di Jawa Barat tidak terlalu serius."

Hardi, anggota kelompok tani Cilindak saat menerima bantuan benih pala varietas unggulan lokal di Purwakarta, Rabu (27/2). (FOTO: Humas Ditjen Perkebunan Kementan)





Lebih lanjut, Direktur Tanaman Semusim dan
Rempah ini menjelaskan bahwa pola penanaman pala di Jawa Barat berbeda dengan di tempat lain.

Jika di Sulawesi dan Maluku dilakukan dengan sistem tanam monokultur atau menaman tanaman sejenis pada satu areal tanam, sementara di Jawa Barat sebagian besar tanaman pala hanya dijadikan tanaman sisipan.

"Jawa Barat ini memang secara tradisional itu produksinya sudah sejak lama. Namum berbeda dengan di Sulawesi dan Maluku," ujar Agus.

"Kalau di sini pala itu di tanam di belakang rumah, pekarangan, kebun kosong ya seperti itu. Beda cara pengembangannya. Memang ada yang monokultur, seperti di Sukabumi, di Purwakarta ada beberapa," lanjutnya.

Hardi salah satu anggota kelompok tani Cilindak mengaku bersyukur adanya bantuan bibit pala ini. Ia berencana akan memanfaatkan bibit unggul tersebut untuk meremajakan pohon pala peninggalan orang tuanya.

"Kalau saya, Pala memang peninggalan orang tua. Sejauh ini belum teratur tanamnya. Alhamdulillah dengan bantuan ini saya akan meremajakan pohon pala," harapnya.

"Pala itu kan nggak berhenti berbuah, nggak berhenti berbunga. Panennya bisa satu kuintal, ada yang yang 50 kilo per satu pohonnya," terang dia menjelaskan keunggulan tanaman pala. (*)