Warga Tangan-Tangan Hilang Diseret Arus, Pencarian Terus Dilakukan - Berita Bagus

Mobile Menu

Powered by Blogger.

More News

logoblog

Warga Tangan-Tangan Hilang Diseret Arus, Pencarian Terus Dilakukan

1/14/2019
Seorang warga pencari kayu di gunung gampong Babah Lhung kecamatan Blangpidie kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Azir (31) dilaporkan hilang saat melakukan penyeberangan sungai, kejadian ini diperkirakan terjadi sekira pukul 16.00 WIB, Senin (14/1/2019).

Pengakuan Rudi (32) warga desa Mata Ie kecamatan Blangpidie, teman nya itu jatuh dari atas rakit kayu yang sedang melakukan penyeberangan bersama teman lainnya bernama Jul (28). Tiba-tiba Azir melompat dari dari atas rakit yang sedang melaju bersama derasnya arus sungai.

"Si Jul bilang pada saya bahwa Azir sudah jatuh, saya pun langsung lompat dari rakit satu lagi, sempat juga saya lihat dia (Azir) melambaikan tangannya, tapi tidak sempat saya tangkap," aku Rudi.

Sejak dilaporkan hilang, hingga pukul 22.00 WIB korban yang diduga diseret arus tersebut belum juga ditemukan. Pantauan dibendung irigasi desa Babah Lhung, Wakil Bupati Abdya Muslizar. MT didampingi istri Safra Muliana telah tiba sejak ba'da magrib tadi.

Dibantu warga sekitar, pencarian korban terus dilakukan dengan perahu mesin sederhana milik penambang pasir, serta melakukan penyisiran disepanjang sungai memakai alat penerangan (senter) oleh tim SAR Abdya, personil BPBK Abdya bersama warga setempat.

Pantauan disana, pencarian juga ikut Keuchik gampong Mata Ie, Nasruddin AR, Keuchik Babah Lhung, Tgk Fakhrijal, anggota DPRK Abdya, Julinardi, Kapolsek Blangpidie, Iptu Karnopi, Kapolsek Babahrot, Rizal, Sekretaris BPBK Abdya dan anggota Koramil Blangpidie.


Sedangkan pihak keluarga Azir dari desa Adan kecamatan Tangan-Tangan juga telah tiba di sana sekira pukul 20.00 WIB malam ini. Selain isterinya dan orang tua korban, Keuchik desa Adan juga ikut disana. Sesampai disitu, istri Azir terlihat menangis histeris hingga tak sadarkan diri, tapi akhirnya dibawa ke rumah warga setempat untuk ditenangkan.