PERSIB Dihukum Larangan Laga Kandang di Pulau Jawa - Berita Bagus

Mobile Menu

Powered by Blogger.

More News

logoblog

PERSIB Dihukum Larangan Laga Kandang di Pulau Jawa

10/02/2018
Hasil sidang Komisi Disipin (Komdis) PSSI pada 1 Oktober 2018 telah mengeluarkan 27 poin penting terkait laga antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta pada 23 September 2018 di GBLA, Bandung.

Laga panas ini bukan hanya terjadi di dalam lapangan, namun juga diluar lapangan hingga menewaskan satu suporter Jakmania, Harlingga Sirila. Penggoroyokan yang terjadi sebelum laga ini berbuntut panjang, hingga dibekukannya liga 1 untuk sementara waktu.

PSSI hari ini telah mengeluarkan pernyataan tegas terkait insiden ini, poin pertamanya ialah sanksi pertandingan kandang diluar Pulau Jawa (Kalimantan) tanpa penonton sampai akhir musim kompetisi 2018 dan pertandingan kandang tanpa penonton di Bandung sampai setengah musim kompetisi tahun 2019.

Hukuman yang didapatkan tersebut karena melakukan pelanggaran berupa intimidasi kepada ofisial Persija pada saat Match Coordination Meeting, melakukan sweeping, pengeroyokan dan pemukulan terhadap suporter Persija hingga tewas.

Namun Persib Bandung telah mengeluarkan pernyataan keberatan atas hasil sidang komdis tersebut. “PERSIB berpendapat bahwa semua butir hukuman yang dijatuhkan Komdis PSSI kepada PERSIB tidak menimbang semua fakta di lapangan, sama sekali tidak mencerminkan keadilan dan tidak memberikan solusi atas akar permasalahan yang ada.”

“Kami telah mempelajari isi keputusan Komdis tersebut dan kami sangat keberatan atas hukuman yang dijatuhkan. Untuk selanjutnya kami akan segera mengajukan banding dan keberatan-keberatan tersebut akan kami sampaikan dalam memori banding kami.” Lanjut Persib Bandung.

Dan Persib Bandung juga menghimbau kepada Bobotoh agar tetap tenang dan menciptakan suasana yang kondusif di Bandung khususnya dan Indonesia pada umumnya. Persib Bandung pun menegaskan kepada Bobotoh agar tetap santun dan menjauhi provokasi di media sosial.

Foto: Instagram @Anggapancanugraha