Powered by Blogger.

Mobile Menu

Advertisement

Update

logoblog

Wabup Abdya Ajak Seluruh Komponen Masyarakat Harga Hak Anak

10 September 2018

Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang dilakukan di lapangan bola mini Kodim 0110 Abdya berlangsung meriah. Wabup Abdya Muslizar. MT minta seluruh komponen masyarakat dan orang tua agar memberikan pemenuhan hak-hak anak, hal tersebut disampaikan dalam sambutannya, Minggu (9/9/2018).

Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan agar seluruh komponen bangsa Indonesia, mulai dari Negara, Pemerintah, masyarakat, keluarga hingga orang tua agar untuk bersama-sama mewujudkan kesejahteraan anak dengan menghormati hak-hak anak dan memberikan jaminan terhadap pemenuhannya tanpa perlakuan diskriminatif.

"Kegiatan ini untuk mewujudkan kesejahteraan anak dan memberikan jaminan terhadap anak," ujar Wabup Abdya Muslizar. MT.

Untuk diketahui, sambung Wabup, acara itu juga terkandung visi dan misi yang lebih mulia dari peringatan ini. Tujuan penyelenggaraan HAN adalah guna mensosialisasikan hak-hak anak yang telah disepakati dunia dan diratifikasi oleh pemerintah Republik Indonesia dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 yaitu tentang perlindungan anak.

"HAN yang kita peringati ini tidak sekedar untuk mendatangkan kegembiraan saja, tapi kita sampaikan kepada masyarakat tentang Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 itu," ucapnya.

Anak juga berhak mendapatkan pendidikan dan pengajaran yang bermutu sesuai potensi, minat dan bakatnya. Anak berhak mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan fisik dan mentalnya. Anak pun bebas berpendapat, menerima dan mencari informasi sesuai tumbuh kembangnya, di dasari dengan nilai kesusilaan dan kepatutan.

"Anak-anak, putra-putri kita sejatinya adalah manusia yang sama dengan orang dewasa, memiliki hak asasi yang butuh untuk diakui dan dihargai," ungkap Wabup Abdya.

Hal yang sangat penting juga adalah anak sangat berhak untuk bermain, bergaul, memanfaatkan waktu luang, dan beristirahat. Kita sebagai orang tua dewasa berkewajiban memberikan perlindungan pada anak terhadap diskriminasi, eksploitasi ekonomi, maupun seksual, kekerasan, penganiayaan dan sebagainya.

"Penuhi hak-hak anak kita, jangan lakukan diskriminasi terhadap anak-anak," tambahnya.

Namun terlepas dari banyak kasus-kasus kekerasan terhadap anak, sambung Wabup Muslizar, tidak dipungkiri upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk memenuhi hak anak dan perlindungan terhadap anak telah mengalami kemajuan yang cukup berarti.

Peringatan HAN hari ini merupakan momentum yang mengemban visi dan misi yang penting, strategi dan monumental dalam upaya meningkatkan hak asasi dan kehormatan terhadap anak di Indonesia khususnya di kabupaten Abdya. 

"Serta meningkatkan kesadaran seluruh komponen masyarakat bahwa anak merupakan generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa," ujarnya.

Oleh karena itu anak-anak perlu dibekali dengan keimanan, kepribadian, kecerdasan, ketrampilan, jiwa dan semangat kebangsaan serta kesegaran jasmani agar dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang berbudi luhur, bersusila, cerdas dan bertaqwa kepada Allah SWT.

"Dan anak-anak kita juga sangat penting kita tanamkan nilai keislaman dan keimanan kepada mereka," katanya.

Dalam rangka HAN ini, Wabup Abdya harapkan kepada orang tua agar menumbuh kembangkan potensi anak sesuai dengan kebutuhan anak itu sendiri.

"Mari ciptakan lingkungan kita sebagai surga bagi anak-anak kita generasi penerus bangsa serta harapan masa depan bangsa," tutup Wabup Abdya Muslizar. MT.

Dalam acara peringatan Hari Anak Nasional tersebut turut hadir Wakapolres Abdya Kompol Jatmiko, SH, anggota DPRK Abdya Syamsul Bahri, ST, dan sejumlah kepala dinas, badan dan kantor di lingkup pemkab Abdya.

Setelah mengisi acara HAN, Wabup Abdya Muslizar. MT yang turut didampingi istri Safra Muliyana, S.Pd mengunjungi stand pameran kue khas Abdya hasil bauh karya anak-anak yang tergabung dalam Forum Anak Sigupai. Makanan yang ikut dicicipi Wabup tersebut diantaranya makanan kampung, yakni 'tabahak dan beureune sage' (kue sagu dan bubur sagu).

Muhammad Taufik