Powered by Blogger.

Mobile Menu

Advertisement

Update

logoblog

Tokoh Pemekaran Gampong di Abdya Terima Penghargaan Dari Masyarakat.

30 August 2018

Aparatur gampong (desa) beserta seluruh masyarakat gampong Babah Lhung kecamatan Blangpidie kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), menggelar acara silaturahmi dalam rangka memberikan ucapan terimakasih kepada belasan tokoh-tokoh pemekaran gampong menjadi definitif, hal tersebut berlangsung di Mushalla Miftahul Sabil gampong setempat, Rabu (29/8/2018) malam.

Atas keberhasilan tokoh-tokoh masyarakat disana dalam menjadikan gampong Babah Lhung dari sebelumnya hanya sebuah gampong pemekaran dari pemerintah kabupaten, maka sepatutnya mereka memberikan apresiasi dan penghargaan serta ucapan terimakasih kepada yang telah berjasa mendirikan gampong menjadi lebih mandiri.

Pj. Keuchik gampong Babah Lhung, Tgk Fakhrijal, SE dalam sambutannya mengatakan, bahwa perjalanan panjang memperjuangkan pendefinitifan gampong dari semenjak masih sebuah dusun, merupakan bukanlah hal yang mudah, namun, hal tersebut dilakukan oleh para tokoh-tokoh gampong dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.

"Alhamdulillah gampong Babah Lhung kini sudah definitif, dan hal ini tidak mudah, lika-liku perjuangan orang tua kita tentu dengan penuh sabar dan ikhlas, sehingga nikmat nya dapat kita rasakan bersama hari ini," ungkap Tgk Fakhrijal yang juga salah satu pelaku kelanjutan menjadikan gampong definitif.

Atas nama masyarakat gampong, Keuchik Tgk Fakhrijal memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para tokoh-tokoh dan masyarakat keseluruhan, serta ucapan terimakasih nya kepada para pemuka atau panitia pemekaran gampong yang telah melahirkan sebuah perubahan baru pada masyarakat.

"Terimakasih yang tak terhingga kepada panitia pemekaran gampong, serta juga kepada segenap masyarakat gampong yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam melahirkan sebuah gampong definitif," ucap Tgk Fakhrijal.

Menurut Keuchik Fakhrijal, di awal pemekaran gampong dari sebelumnya dusun empat (4) gampong Mata Ie kecamatan Blangpidie, merupakan pada tahun 2005 silam, yakni ketika masih tunduk ke kabupaten Aceh Selatan.

"Setahu saya, pertama menggerakkan pemekaran gampong ini semenjak tahun 2005 lalu, ketika itu Abdya belum menjadi sebuah kabupaten, atau kita masih gabung dengan Aceh Selatan, dan akhirnya dengan adanya dukungan dari masyarakat sehingga gampong menjadi definitif," sebutnya.

Ucapan terimakasih juga mengalir kepada salah satu lembaga swadaya masyarakat yang menjadi sebagai wadah pendefinitifan dan yang telah berupaya mengadvokasi aspirasi masyarakat gampong Babah Lhung, sehingga, aspirasi tersebut diakomodir oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

"Perjuangan masyarakat gampong bersama lembaga LSM Almagap Abdya, dan juga 19 gampong lainnya, sehingga membuahkan hasil, kami juga mengucapkan rasa terimakasih yang tak terhingga," ucapnya.

Tak hanya itu, Tgk Fakhrijal juga mengirimkan doa bagi pendiri gampong Babah Lhung yang telah meninggal dunia, dan berharap, segala amal ibadahnya baik itu yang jasa nya terhadap gampong maupun tidak, semoga diterima di sisi Allah SWT, Amin.

"Yang sudah tiada lagi, kita doakan semoga amal ibadahnya diterima disisi Allah SWT, dan yang masih tinggal bersama kita doakan semoga sehat selalu, dan kita harapkan dapat membantu membangun gampong ini lebih baik kedepannya," harap Tgk Fakhrijal.

Adapun tokoh-tokoh awal maupun yang kelanjutan yang diserahkan piagam penghargaan, sebagai yang dianggap telah berjasa memperjuangkan nasib gampong dari pemekaran menjadi definitif, ialah:

M. Arif. LB sebagai Ketua Panitia Pemekaran gampong, Amir. AR sebagai Sekretaris Panitia (alm), Cut Ahmad, Teuku Banta Sulaiman, Tgk Nyak Neh, Ubit Muslem, Saifuddin, Usman. P, Nasrijal, H. Abdullah. LB, Tgk H. Syeh Abdullah (alm), masing-masing sebagai anggota, sedangkan, Sabirin Sy dan Muhammad Taufik merupakan sebagai pelanjut tongkat estafet pemekaran gampong menjadi definitif.

Selain dihadiri ratusan masyarakat gampong Babah Lhung, acara tersebut juga dihadiri mantan Keuchik Mata Ie yang juga mantan Mukim Kuta Tinggi, Teuku Rasyidin, Mukim Kemukiman Kuta Tinggi, Syamsuddin dan Imum Chik Mesjid Kemukiman Kuta Tinggi, Tgk Ali Akbar.

Muhammad Taufik