Powered by Blogger.

Mobile Menu

Advertisement

Update

logoblog

Di RSUTP, Akmal Sorot Bangunan Kumuh dan Anggaran Obat yang Dikembalikan

06 September 2017
Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Akmal Ibrahim, SH bersama anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Abdya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Teungku Peukan (RSUTP) setempat, Rabu (6/9/2017). 

Dalam kesempatan itu, Bupati Abdya Akmal Ibrahim didampingi Ketua DPRK Abdya Zaman Akli dan belasan anggota dewan meninjau setiap ruangan di sana, dimulai dari IGD, ruang radiologi hingga ruang inap dan instalasi farmasi. 

Selain berbincang-bincang dengan keluarga pasien, Akmal juga berbincang dengan petugas medis dan petugas administrasi dalam hal ingin mengetahui proses pelayanan kesehatan yang selama ini di rumah sakit tersebut. 

Berkaitan dengan pelayanan selama ini belum maksimal, serta data yang diterima Bupati Akmal bahwa kabupaten Abdya mengembalikan anggaran pengadaan obat pada kementerian, hal tersebut membuat Akmal sangat kaget, karena selama ini masyarakat keluhkan tentang obat, malah anggaran nya dikembalikan, hingga memaksanya memanggil pihak RSUTP dan turun langsung kesana. 

Hal yang selama ini dianggap menjadi masalah, Bupati Akmal Ibrahim juga mempertanyakan sistem perbelanjaan obat yang dilakukan pihak rumah sakit, sebab, pengadaan obat yang dilakukan melalui e-katalog dianggap belum maksimal, sehingga hal tersebut tak terulang lagi. 

"Kalian harus sampaikan solusi kepada saya jangan hanya masalah, "ucap Bupati Akmal. 

Tak hanya itu, Bupati Abdya Akmal Ibrahim juga mengecek bangunan yang sedang direhab, saat itu ia bersama DPRK Abdya melihat tata letak bangunan saat ini sudah terlalu padat, sehingga pandangan kondisi rumah sakit tampak kumuh. 

Selanjutnya, Akmal juga mengatakan bahwa kunjungan yang dilakukan tersebut demi untuk peningkatan kerja dan pelayanan di sana, diharapkan agar pihak manajemen dan petugas medis tidak alergi dengan niat baik nya itu. 

"Tingkatan kinerja dan pelayanan, karena rumah sakit harus dibenah, hal itu untuk kita perbaiki, "harap Bupati Akmal Ibrahim. 

Ketika Bupati Akmal menanyakan hal yang menjadi kendala di RSUDTP Abdya, bahwa selama ini masih minimnya tenaga kesehatan, baik itu perawat, farmasi dan dokter, Bupati Akmal menanggapi hal itu, dikatakanya, akan dipenuhi kebutuhan tersebut. 

"Jika apoteker kurang, kan bisa kita tambahkan orang luar, tapi orang kita (putra daerah) yang lulusan farmasi harus kita sekolahkan lagi menjadi apoteker, "ungkap Bupati Akmal Ibrahim. 

Jika pun tidak ada yang lulusan farmasi yang sudah menjadi PNS untuk disekolah kan, Akmal mengaku yang masih kontrak pun akan dikirim untuk pendidikan apoteker, sebab, ia lebih meyakini jika putra putri daerah yang disekolahkan, lulusan apoteker tersebut akan menjadi milik Abdya sendiri. 

"Kontrak pun boleh, dari pada yang  kontrak sekarang banyak tidak jelas, dan saya harap kalian sampaikan pada saya," tegas Akmal Ibrahim. 

Dikarenakan bertekad menginginkan RSUTP Abdya menjadi rumah sakit regional dan menjadi andalan masyarakat, Bupati Akmal Ibrahim kembali menegaskan, jika terjadi persoalan disana, agar hal tersebut tidak didiamkan, dan ia meminta supaya hal itu dikomunikasi kan kepada nya, serta mencari solusi dan menyampaikan solusi tersebut kepada Bupati. 

"Saya ajak dokter dan pihak rumah sakit, agar mendiskusikan persoalan disini, dan infut semua masalah, serta sampai kan solusi pada kami, "ujar Bupati Abdya Akmal Ibrahim. 

Selain Ketua DPRK Abdya Zaman Akli, S. Sos, Wakil Ketua I Romi Syah Putra, Wakil ketua II Jismi yang hadir, belasan anggota DPRK Abdya lainnya juga turut meninjau kondisi RSUTP Abdya saat ini, yakni, Julinardi, Iskandar, Zulkarnain, Yusran, Zul Ilfan, Nurdianto, Mukhlis AW, Syarifuddin AB, Indra, Rusdi Nyak, Saiful Ahmadi, Reza Mulai dan Syamsul Bahri, ST. 

Sedangkan dari pihak rumah sakit, turut di dampingi dr. Suherdi SpPD, Ns. Azhari, S. Kep, Zulfikar, Ssi. Apt, dr. Ismuha, SpB, dan dr. Risma Lisa Putri, SpA.

Muhammad Taufik