Powered by Blogger.

Mobile Menu

Advertisement

Update

logoblog

Yusyus Demokrat: Pancasila Tanamkan Lewat Pendidikan

15 August 2017
Anggota Lembaga Kajian MPR RI Yusyus Kuswandana menegaskan, untuk menyongsong menuju ketingkat peradaban bangsa Indonesia yang lebih maju 25 sampai 50 tahun yang akan datang, Nilai-nilai luhur Pancasila harus ditanamkan dengan benar di tiga sektor pendidikan, yaitu sektor pendidikan Formal, pendidikan non formal dan pendidikan Informal.

"Penanaman Ideologi Pancasila dapat di tanamkan secara sitematis dengan tahapan tahapan dan metoda yang dapat di terapkan di tiga sektor jalur pendidikan," katanya kepada wartawan, Selasa (15/8).

Politisi Partai Demokrat ini menyampaikan, output di tiga jalur sektor pendidikan tersebut dengan metode penyeragaman yang di rumuskan oleh negara (pemerintah), dapat membangun manusia-manusia Indonesia yang berkarakter dan berideologis agar dapat mengawal arah bangsa Indonesia yang berkesinambungan kedepannya berdasarkan ideologi Pancasila.

"Di tengah peradaban dunia yang dinamis dan penuh tantangan. Dengan proses belajar di tiga jalur pendidikan Formal, non formal dan informal dengan proses tahapan dan waktu yg berkesinambungan tersebut, Pancasila harus menjadi Efek Kognitif (menjadi sebuah pengetahuan di masyarakat), Efek Afektif (sebuah kesadaran di masyarakat), dan Efek Psikomotorik atau Behavioral (menjadi sebuah perilaku di masyarakat)," ujar anggota DPR 2009-2014 ini.

Yusyus menerangkan, karena Pancasila telah menjadi kesepakatan bersama sebagai falsafah dasar bangsa Indonesia, maka harus menjadi konsistensi bersama untuk menjaga dan merefleksikan diberbagai bidang kehidupan masyarakat Indonesia sebagai rumah kita bersama.

Kata dia, nilai nilai luhur budaya bangsa Indonesia menjadi sumber inspirasi lahirnya Pancasila, dan Pancasila harus terus berkesinambungan menjadi sumber inspirasi kebudayaan nasional, serta ketaatan manusia-manusia Indonesia yang berketuhanan, dan manusia-manusia yang adil dan beradab berdasarkan ketuhanan.

"Manusia Indonesia harus selalu menjaga persatuan yang berketuhanan, melaksanakan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawarah /perwakilan menuju cita cita luhur keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," pungkasnya.