Powered by Blogger.

Mobile Menu

Advertisement

Update

logoblog

Tiga Mesin Kompresor Hilang di SPAM Blangpidie, Wabup Muslizar: Usut!

27 August 2017
Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Muslizar.MT lakukan peninjauan Sistem Penyediaan Air Minum Ibu Kota Kecamatan (SPAM-IKK) Blangpidie yang berlokasi di desa Babah Lhung, karena hingga saat ini belum di fungsikan, Minggu (27/8/2017).

Peninjauan atas perintah Bupati Abdya Akmal Ibrahim tersebut turut didampingi Kadis PU Abdya Rahwadi, ST, Kadis Perkim dan LH Abdya Azhar Anis, Kapolsek Blangpidie Iptu Karnofi serta sejumlah Kabid dari kedua dinas terkait.

Dalam peninjauan itu, Wabup Muslizar.MT menemukan sebanyak tiga unit mesin kompresor air yang hilang akibat tidak adanya petugas penjaga SPAM, sedangkan harga mesin tersebut ditaksir mencapai ratusan juta lebih per unit.

Tak hanya itu, Wabup Muslizar.MT bersama rombongan juga menemukan kerusakan di box panel mesin kompresor air, serta pintu tangkap air yang berada dipinggir sungai juga sudah rusak dan tak dapat digunakan lagi.

Di hadapan Kapolsek Blangpidie, Muslizar.MT meminta agar pihak kepolisian mengusut tuntas pelaku yang diduga telah melakukan pencurian mesin itu, sehingga kerugian yang dialami masyarakat harus dipertanggungjawaban demi hukum.

"Tiga mesin kompresor yang hilang, akan kita laporkan ke pihak kepolisian," ucap Wabup Abdya Muslizar.MT.

Selanjutnya, Muslizar mengatakan SPAM-IKK di Abdya ternyata memiliki 5 titik, yakni di kecamatan Lembah Sabil menghabiskan dana Rp. 5 miliar, Tangan-Tangan Rp. 4,6 miliar, Blangpidie Rp. 6,4 miliar, Babahrot Rp. 5 miliar dan kecamatan Jeumpa yang bersumber dari APBA. Dan hal tersebut diakuinya hingga sekarang belum di fungsikan.

"Peninjauan ini atas perintah pak Bupati, karena SPAM tersebut bukan hanya di Tangan-Tangan saja, tapi juga di sejumlah kecamatan lain, "sebutnya.

Ia juga menegaskan, pembangunan SPAM-IKK itu awal nya gagasan dari Bupati Akmal Ibrahim tahun 2011 lalu saat memimpin Abdya periode 2007-2012, dan bangunan bantuan Hungaria itu dilakukan tender hingga pengerjaan nya ketika Bupati Abdya di jabat Jufri Hasanuddin.

"Karena sudah lama terbengkalai, kita bermaksud hendak memfungsikan SPAM di Abdya ini, "kata Muslizar.MT.

Untuk menindak lanjut hasil peninjauan itu, Muslizar.MT mengatakan akan mengadakan rapat bersama Dinas Perkim dan LH Abdya dalam waktu secepatnya, hal itu agar sesegera mungkin persoalan ini cepat teratasi.

"Direktur PDAM Gunung Kila sudah undur diri, tapi sudah ditunjuk penggantinya dari provinsi, dan besok (Senin, 28/8) kita adakan rapat dengan dinas Perkim untuk perbaikan, "katanya.

Mantan pimpinan dewan Abdya ini juga menyampaikan, bahwa Bupati Akmal Ibrahim berharap tahun depan hal tersebut sudah kembali dikerjakan, sehingga setahun kemudian SPAM-IKK yang selama ini tidak berfungsi di seluruh Abdya sudah dapat beroperasi.

"Harapan pak Bupati (Akmal Ibrahim) tahun 2018 ini sudah dikerjakan, "ucap Muslizar.

Wabup Abdya juga meminta kepada Dinas Perkim dan LH Abdya agar melakukan pendataan, verifikasi dan evaluasi terhadap kendala yang terjadi, dan agar melakukan peninjauan ulang terhadap petugas pengelola SPAM keseluruhan.

"Petugas pengelolaan SPAM juga harus di tinjau ulang, "tegas Wabup Muslizar.MT.

Pantauan Istanapos.com dilokasi, perjalanan menuju SPAM-IKK tersebut memakan waktu mencapai 15 menit dengan melintasi jalan yang terjal serta berbatuan, sangat berisiko bagi keselamatan. 

Namun tak pernah surut, karena mengingat kondisi SPAM-IKK Blangpidie sudah lama tak di fungsi kan.


Muhammad Taufik