Powered by Blogger.

Mobile Menu

Advertisement

Update

logoblog

Sisihkan Rp2 Juta, 42 Peserta Dilatih Kelola BUMG

28 August 2017
Sebanyak 42 peserta Pengurus Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) se kecamatan Lembah Sabil, mengikuti pelatihan pengelolaan lembaga tersebut supaya desa kedepannya mampu menjadi desa yang mandiri, dengan memiliki income hasil dari desa itu sendiri.

Pelatihan sistem pengelolaan BUMG ini berlangsung selama dua hari berturut - turut, yakni tanggal 28-29 Agustus 2017, yang diadakan di gedung TPA desa Ujung Tanah, kecamatan Lembah Sabil kabupaten setempat, Senin (28 /08 /2017).

Dalam hal peningkatan kapasitas pengelola BUMG, pemerintah telah mengucurkan anggaran untuk melakukan pelatihan, hal ini demi para pengelola lebih faham tujuan dari BUMG tersebut.

"Untuk pelatihan ini, anggaran di bebankan kepada masing-masing desa, sebesar Rp. 2 juta per desa melalui APBG, "kata ketua panitia.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Keuchik Kecamatan (FK3) Lembah Sabil, Ismail, S.PdI dalam sambutan nya menyampaikan, bahwa sebanyak 14 desa dalam kecamatan tersebut diwajibkan mengikuti pelatihan sistem  pengelolaan BUMG, sebab desa sudah menyediakan anggaran untuk hal tersebut.

"Masing-masing gampong wajib mengalokasikan anggaran sebesar dua juta per gampong, "ungkap Ismail.

Ismail yang juga Keuchik desa Geulanggang Batee ini pun mengatakan, ketika desa sudah menyediakan anggaran untuk BUMG, keseriusan dari dari pengurus BUMG yang paling di utamakan, hal ini demi menjadikan desa yang benar-benar mandiri sesuai dengan program Presiden Republik Indonesia saat ini.

Selanjutnya, ia juga menyebutkan, alokasi dana desa yang saat ini sedang berjalan, diharapkan dapat dimanfaatkan demi pertumbuhan ekonomi masyarakat, sebab, ketika pemerintah pusat tak lagi fokus di dana desa, desa itu diharapkan sudah mandiri.

"Tinggal keseriusan pengurus pengelola BUMG saja, bagaimana cara BUMG itu menjadikan desa mandiri, "ucapnya. 

Keuchik Ismail menegaskan, sukses nya sebuah desa dalam hal pengelolaan dana desa, itu tergantung peran serta dari BUMG itu sendiri, sebab, diakuinya, program demikian yang di gagas presiden Joko Widodo itu belum dapat dipastikan akan berlanjut, jika kepala negara kedepan tak lagi yang saat ini.

"Peran BUMG disini sangat penting, dalam hal mengakomodir semua ini, "ucapnya.

Harapan nya, dengan dilakukan pelatihan ini, BUMG dalam kecamatan Lembah Sabil mampu menumbuhkan program-program ekonomi kemasyarakatan, hal ini menyangkut dengan sistem penggunaan anggaran di lembaga tersebut.

"Setelah pelatihan ini, diharapkan BUMG Lembah Sabil mendapatkan inovasi baru, sehingga menjadi pilot project BUMG lainnya, "harap Ketua FK3 Lembah Sabil ini.

Pelatihan tersebut turut dihadiri dari Tenaga Ahli (TA) P3MD kabupaten, A. Rahim Syahputra sebagai pemateri, sejumlah Keuchik dalam kecamatan Lembah Sabil.


Muhammad Taufik