Powered by Blogger.

Mobile Menu

Advertisement

Update

logoblog

Siap Gelontorkan Rp40 Miliar, Perum Perindo Tantang Bupati Abdya

24 August 2017

Perusahaan Umum (Perum) Perikanan Indonesia (Perindo) menyatakan ketertarikannya membuka 100 hektar tambak udang jenis vaname di Kabupaten Aceh Barat Daya. Nilai investasi diperkirakan mencapai Rp 40 miliar.

Direktur Utama Perum Perindo Syahril Japarin  mengatakan inventasi tersebut diwujudkan dengan skema bagi hasil dengan masyarakat. Pemerintah daerah setempat, lanjut Syahril sudah menyatakan kesediaannya untu memfasilitasi masyarakat yang memiliki lahan dan berkeinginan memiliki tambak udang untuk diajak kerjasama.

Untuk pembenihan, pendampingan dan pembangunan tambak semua disediakan Perum Perindo. Rencana ini akan segera dikerjakan pada bulan September ini.

"Siapkan terus tanahnya, kalau bisa September langsung kita mulai," tantang Syahril pada Bupati Aceh Barat Daya di Jakarta (23/8).

Akmal Ibrahim, Bupati Aceh Barat Daya menyambut antusias tantangan Perum Perindo tersebut. Ia mengatakan akan segera merespon rencana ini dan memastikan ketersediaan lahan. 

"Boleh, pulang ini langsung saya kerja. Nanti langsung kita ajak masyarakat yang memiliki lahan untuk kerjasama" jawab Akmal, mantap.

Perum Perindo tidak mengharuskan ketersediaan 100 hektar lahan di satu tempat, tapi bisa disebar beberapa zona. Asalkan di setiap zona dialiri listrik. "Ketersediaan listrik, nyawa kita di sana," pungkas Syahril.

Jawaban Akmal ini bukan isapan jempol belaka. Sebelumnya, dia sudah membuktikan budidaya tambak udang jenis vaname-nya berjalan sukses.

Ada lima hektar tambak udang vaname yang dikelola bersama anak sulungnya  sejak tahun 2016. Ada empat kolam masing-masing hektar. Setiap kolam menghasilkan 1,4 ton. Hasil tersebut menurut Sekretaris Perusahaan Perum Perindo Agung Pamujo tergolong tinggi dari rata-rata produksi secara nasional untuk kategori tambak tanah.

"Berarto airnya bagus," tandasnya.

Ia optimis jika diterapkan dengan tambak plastik, hasil produksinya akan lebih tinggi. "Bisa 10 ton lebih perhektar," tambahnya.

Di panen teranyar, Akmal menjual udang Vaname size 80 dengan harga Rp60.000/ kilogram.  Artinya ada potensi Rp600.000.000 diraup perhektar dari budidaya udang vaname yang dipanen setiap 57 hari. (*)