Powered by Blogger.

Mobile Menu

Advertisement

Update

logoblog

Rakyat Kritis Mengkritik Masak Ditangkap...

21 August 2017

Wakil Ketua Fraksi PKS Aboe Bakar Al Habsyi mengatakan, harapan rakyat saat memperingati kemerdekaan sebenarnya tidaklah muluk. Masyarakat hanya ingin hidup berkecukupan, sembako dengan harga terjangkau dan mereka mampu membelinya.

"Rendahnya daya beli saat ini sepertinya satu indikator kita belum merdeka dari sisi ekonomi. Jangan sampai tarif TDL melambung tinggi, susu tak terbeli, orang pintar cabut subsidi, akhirnya banyak bayi kurang gizi," katanya, kemarin.

Aboe menjelaskan, kemerdekaan berarti juga kebebasan mengeluarkan pendapat dan menyampaikan aspirasi. Inilah yang seharusnya membedakan zaman kemerdekaan sekarang dengan zaman penjajahan.

"Jika ada rakyat yang memberikan kritik, dikit-dikit ditangkap, dikit-dikit di pidana, jika terjadi kondisi seperti ini tentunya masyarakat akan bertanya, apa bedanya dengan zaman Belanda. Karenanya kita harus menjaga kemerdekaan rakyat untuk berserikat dan mengeluarkan pendapat. Hal ini adalah persoalan prinsip dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," katanya.

Aboe menyampaikan, cita-cita kemerdekaan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, oleh karena kita sudah memiliki konsensus dengan memberikan anggaran 20 persen untuk pendidikan. Hal ini adalah untuk memberikan jaminan pendidikan murah untuk masyarakat.

"Harapan kita, tentunya tidak ada lagi masyarkat yang tidak dapat mengakses pendidikan. Semua warga dimanapun harus dapat layanan pendidikan dari pemerintah, karena selama ini anggaran sudah disiapkan dengan baik," ujarnya.

Menurutnya, ciri kemerdekaan yang lain adalah adanya layanan kesehatan yang melindungi masyarakat. Jaminan kesehatan adalah bentuk perlindungan pemerintahan yang berdaulat untuk warga negaranya. Dengan jaminan tersebut, fungsi negara akan terlihat dalam menjalankan tugasnya dalam menjaga kesehatan bangsa Indonesia.

"Usia kemerdekaan yang menginjak 72 tahun seharunsya membawa negara ini semakin dewasa dalam merawat bangsa," pungkasnya.