Powered by Blogger.

Mobile Menu

Advertisement

Update

logoblog

Bupati Akmal Perintahkan Camat Lembah Sabil Pecat Aparatur Tokoh II

19 August 2017

Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Akmal Ibrahim SH perintahkan camat kecamatan Lembah Sabil untuk memberhentikan secara tidak hormat Keuchik dan aparatur desa Tokoh II setempat, karena dinilai telah mengangkangi aturan kriteria kaum dhuafa.

Hal tersebut disampaikan Bupati Akmal saat menghadiri rapat ekspos kegiatan SKPK Abdya tahun 2017 yang berlangsung di aula Bappeda setempat, Jum'at (18/8/2017).

Geram nya Bupati Akmal tersebut, lantaran aparatur desa Tokoh II dengan lantang nya mengeluarkan surat pernyataan, tentang sudah sesuai nya penerima rumah dhuafa kepada oknum wartawan, surat itu dikeluarkan saat Bupati Abdya masih di jabat Jufri Hasanuddin, dan hal yang dilakoni aparatur desa tersebut sangat tidak bermoral. 

"Pecat saja satu baris itu, mulai dari Keuchik hingga perangkat desa yang menyetujui pemberian rumah dhuafa kepada oknum wartawan di Desa Tokoh II Kecamatan Lembah Sabil itu, ” perintah Bupati Akmal.

Oknum wartawan tersebut berinisial JF, warga desa setempat yang termasuk ke dalam daftar penerima rumah dhuafa, yang sepatutnya rumah tersebut hanya dapat diterima oleh masyarakat belum memiliki rumah, usia yang sudah udhur dan beberapa kriteria lainnya.

Namun, menurut Bupati Akmal, JF oknum wartawan itu sangat tidak pantas menerima bantuan pemerintah, apalagi rumah dhuafa, sebab selain usia masih muda, profesi wartawan juga memiliki etika jurnalistik.

"Apabila tidak mampu silahkan mundur saja dari jabatan. Kita menjabat sebagai Camat, Kepala Dinas dan saya sebagai Bupati punya kewenangan dan kekuasaan. Kita harus ambil sikap dengan tegas,” ucap Akmal tegas.

Alasan yang disampaikan aparatur desa Tokoh II, sangat tidak mendasar, karena selain kriteria yang tidak sesuai seperti disampaikan Bupati Akmal Ibrahim, Keuchik dan aparatur desa juga menyatakan sudah sesuai aturan, dan tidak ada kaitannya dengan profesi JF sebagai wartawan.

Adapun aparatur yang ikut membubuh kan tanda tangan di surat pernyataan tentang pembelaan terhadap JF ini tertanggal 5 Agustus 2017, yaitu, Pj. Keuchik Tokoh II Nasrun, Sekdes T. Jasmani Nur, SH, Kadus Jeri Arizal, M. Jali, Jhon Farmen, Sekretaris Tuha Pheut Hisbullah, S. Pd dan anggota Tuha Pheut Jamluddin, Salman, Tgk Muhammad Maimun, S. Hi.