Powered by Blogger.

Mobile Menu

Advertisement

Update

logoblog

BFLF Abdya Ganti Kursi Roda Mustafa yang Rusak Dimakan Usia

24 August 2017
Ketua Umum Blood For Life Foundation (BFLF) kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Nasruddin Oos di dampingi Tuha Pheut BFLF Abdya Kamaruzzaman, menyerahkan bantuan kursi roda kepada pasien lumpuh di desa Rumah Panjang, Susoh, Rabu (23/8/2017).

Pasien lumpuh total tersebut, Mustafa (50), sudah delapan tahun mengalami penyakit dideranya itu, selama ini kursi yang digunakan itu bantuan dari dinas sosial setempat dan hal ini pun sudah mulai rusak akibat di makan usia.

Dalam kesempatan itu, Nasruddin yang akrab di sapa Oos mengatakan, kursi tersebut merupakan hasil dari sumbangan para donatur, namun dikatakanya kursi tersebut bersifat hak pakai, karena jika pasien sudah membaik kursi dapat diberikan kepada yang membutuhkan.

"Itu bersifat hak pakai, namun jika sudah rusak bisa dilaporkan ke BFLF Abdya, dan akan di perbaiki, "ungkap Oos.

Selanjutnya Oos menyebutkan, bantuan kursi roda yang diberikan itu diharapkan dapat bermanfaat bagi Mustafa, karena menurutnya pemberian ini bentuk kepedulian BFLF Abdya terhadap warga yang dibutuhkan.

"Semoga saja bermanfaat dengan adanya kursi roda ini, "harap Oos dan dibenarkan Kamaruzzaman. 

Kamaruzzaman juga menambahkan, dikatahuinya pasien lumpuh total tersebut saat ia sedang melakukan validasi data rumah tak layak huni, ternyata bukan hanya warga yang tidak mampu dan tak memiliki rumah, namun juga menjumpai Mustafa yang hingga kini menderita penyakit lumpuh sejak delapan tahun silam.

"Sangat prihatin memang, apalagi pak Mustafa mengalami lumpuh total, "ucap Kamaruzzaman.

Didampingi Keuchik desa Rumah Panjang, Muzhar, pihak keluarga Mustafa sangat berterima kasih kepada BFLF Abdya karena sudah membantu keluarga nya yang sangat membutuhkan, karena selama ini memang menjadi kendala bagi Mustafa akibat kursi roda yang sebelumnya sudah mulai rusak.

"Kami sangat berterima kasih kepada BFLF Abdya, sebab selama ini untuk pergi ke kamar mandi saja sangat susah, " ucap salah seorang keluarga Mustafa. (*)