Powered by Blogger.

Mobile Menu

Advertisement

Update

logoblog

Pentolan Komisi III Dukung Langkah Kapolri

07 July 2017
Anggota Komisi III DPR Adies Kadir mendukung imbauan Kapolri Jenderal Tito Karnavian agar teroris yang membahayakan nyawa orang lain ditembak di tempat.

"Apa yang disampaikan Kapolri sudah benar, kalau membahayakan dan mengancam nyawa orang atau hak asasi orang, ya ditembak saja. Bayangkan kalau aksi teror ini menimpa saudara dekat kita?" kata Adies kepada wartawan di Jakarta.

Namun, kata dia, Polisi boleh melakukan tembak di tempat lantaran sudah ada standar operasional prosedur (SOP)-nya.

"Nggak mungkin polisi main tembak saja kalau tidak ada bukti-bukti serta indikasi teroris, gak mungkin ditembak kalau nggak ada teror, atau nggak ada kekerasan atau pembunuhan. Dan gak ada tembakan peringatan terlebih dahulu," tandas Sekjen Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) itu.

Adies menegaskan bahwa tindakan teror merupakan musuh bersama rakyat Indonesia, bukan hanya musuh aparat penegak hukum saja.

"Apapun dia, mau benci Polri, mau benci individu siapapun, tidak boleh ada teror terhadap masyarakat umum dan aparat penegak hukum di negeri ini. Kami masyarakat Indonesia, kami tidak takut," tegas Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan ini.

Pada kesempatan ini, Adies tak lupa menyayangkan aksi teror terhadap anggota Polisi yang sedang menjalankan ibadah shalat di Masjid Falatehan. "Kejadian teror seperti ini tak boleh terulang kembali," ujarnya.

Sebelumnya, pelaku teror yang diduga terindikasi berafiliasi pada kelompok ISIS melakukan penusukan terhadap dua aparat Brimob Polri yang tengah melaksanakan ibadah sholat di Masjid Falatehan, Jakarta atau samping Mabes Polri.

Dalam aksi teror tersebut dua aparat Brimob Polri mengalami luka tusukan cukup serius.