Powered by Blogger.

Mobile Menu

Advertisement

Update

logoblog

DPR: Perppu Ormas Jangan Disikapi Berlebihan

24 July 2017
Anggota Komisi III DPR Aboe Bakar Al Habsyi meminta aparat keamanan tidak berlebihan menyikapi kelompok masyarakat yang menolak Perppu Ormas.

"Seharusnya Perpu Ormas tidak disikapi berlebihan oleh aparat kemanan. Sangat disayangkan jika ada aparat kepolisian yang mengklaim bahwa menolak Perpu berarti kroni HTI sebagaimana dilansir beberapa media," ujarnya di Jakarta, Senin (24/7).

Menurutnya, kalau dikatakan bahwa pihak yang tidak setuju dengan Perpu ormas disebut kroni HTI, sama saja menyatakan bahwa anggota DPR yang menolak Perpu juga adalah kroni HTI. Hal itu tentu sangkaan yang berlebihan, sebab sudaj lumrah apabila DPR dan pemerintah saling berbeda pendapat dalam memandang suatu hal.

"Saya minta Kapolri meluruskan hal ini, jangan sampai publik melihat Polisi menjadi alat diktatorisme penguasa. Menolak usulan Perpu dari penguasa dianggap sudah melawan penguasa, ini adalah cara pandang yang tidak tepat," katanya.

Aboe yakin aparat yang menyebut penolak Perpu sebagai kroni HTI hanyalah oknum yang tidak tahu konstitusi dan tidak paham peraturan perundang undangan. "Oleh karenanya, Kapolri harus melakukan pembinaan terhadap oknum yang demikian," pintanya.

Aboe mengaku sangat menyayangkan statemen dari polisi, khususnua Kapolrestabes Semarang yang akan mengeluarkan senjata dari gudang dan akan menumpahkan darah di sepanjang jalan Pahlawan jika ada yang protes soal Perpu Ormas.

"Saya tidak paham dengan statemen yang demikian, apakah memang Polri dididik untuk bersikap yang demikian. Semua kan ada aturan mainnya, dan semua persoalan kan bisa dikomunikasikan dengan baik," ujarnya.

Politisi PKS imi berharap Kapolri segera meluruskan sikap anggotanya yang demikian. Jangan sampai sikap yang diambil akan memperburuk profil Polri didepan masyarakat. "Bukankah Polri seharusnya jadi Pengayom dan Pelindung Masyarakat. Jangan salah menempatkan diri," pungkasnya.