Powered by Blogger.

Mobile Menu

Advertisement

Update

logoblog

Teuku Riefky: Pancasila Jangan Hanya Berhenti Sebagai Nilai, Tapi Implementasikan

11 June 2017
Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat RI(MPR-RI), Ir Teuku Riefky Harsya MT mengajak masyarakat untuk meningkatkan pemahaman nilai-nilai luhur Pancasila dan mengamalkannya Pancasila sebagai perilaku dalam kehidupan sehari hari.

"Semoga pancasila bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, guna menanggulangi radikalisme, karena Pancasila adalah ideologi bangsa," kata Anggota MPR-RI, Ir Teuku Riefky Harsya MT di depan 150 tokoh masyarakat Aceh Tenggata saat menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan, Sabtu (10/6) Aceh Tenggara. 

Menurut Riefky, sebagai bentuk penghargaan terhadap lahirnya Pancasila, pemerintah telah menetapkan 1 Juni sebagai hari libur nasional. 

"Riefky berharap dengan adanya momentum peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni itu, agar Pancasila tidak berhenti hanya sebagai nilai, tapi dapat diimplementasikan menjadi tindakan nyata," kata Wasekjend DPP Partai Demokrat ini. 

Selain itu, Riefky mengapresiasi langkah presiden yang menerbitkan Peraturan Presiden RI Nomor 54 Tahun 2017 tentang Unit Kerja Presiden untuk Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP).

"Dengan terbitnya itu adalah bentuk keseriusan presiden. Karena, kita sadar, kalau sosialisasi empat pilar hanya mengandalkan MPR RI maka sulit untuk berhasil," politisi asal Aceh ini. 

Menurutnya, mengenal Pancasila tidak sebatas menghafal tiap silanya, namun harus dilakukan dari mempelajari sejarah Pancasila.

"Sehingga, bisa membawa kepada pemahaman sejarah bangsa yang baik dan melahirkan kecintaan terhadap Tanah Air, karena masih banyak masyarakat yang tidak mengenal dasar negaranya," sebutnya.

Ditambahkan, tentu hal itu adalah tantangan bangsa Indonesia, terlebih dengan adanya globalisasi yang kuat masuk ke sendi-sendi kehidupan akan berdampak pada identitas nasional dan ideologi bangsa.

"Jika kita lihat ke pelosok-pelosok masih ada bahkan yang tidak hafal. Apalagi memahami sejarah dan mencintai bangsanya. Ini problem bangsa kita, dan ini adalah tugas kita bersama, sehingga mereka tidak mudah diracuni dengan ideologi radikalisme," pungkas politisi Demokrat ini. (*)