Powered by Blogger.

Mobile Menu

Advertisement

Update

logoblog

Parah! Harga di Atas HET, LPG 3 Kilo Sering Langka di Abdya

24 June 2017
Puluhan warga dalam kecamatan Blangpidie kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terpaksa ngantri didepan toko salah satu pangkalan pengecer gas LPG 3 kg, yang berada di jalan Sentral pasar Blangpidie, dalam hal ini demi mendapatkan satu tabung gas melon tersebut, Sabtu (24/6/2017). 

Antrian warga demi mendapatkan tabung gas LPG 3 Kg ini, sebelumnya sudah pernah terjadi Rabu 21 Juni 2017 di pangkalan yang sama, yakni pangkalan PT. Surya Meukat Gah yang berada di Jalan Sentral, Blangpidie. 

Pasalnya, LPG 3 Kg tersebut sering terjadi kelangkaan ditengah masyarakat, sehingga warga rela mengantri demi mendapatkan satu tabung LPG subsidi pemerintah tersebut, apalagi menjelang meugang hari raya Idul Fitri 1438 H, kebutuhan rumah tangga terhadap gas melon itu meningkat tajam. Namun, saat itu, warga yang sudah lama mengantri terpaksa kembali membawa tabung kosong, karena stok yang masuk telah habis

Pengakuan warga yang ikut antri saat itu, Nas, warga desa Meudang Ara ini mengaku terpaksa harus menunggu giliran kebagian, sebab akuinya, di pangkalan-pangkalan lain di Blangpidie saat itu sedang tak tersedia. 

"Ini pun yang memiliki KK (Kartu Keluarga) Blangpidie," ucap Nas dalam barisan antrian. 

Warga lainnya juga mengaku, selain harus melampirkan fotocopi KK, harga LPG 3 Kg yang di jual pangkalan PT. Surya Meukat Gah tersebut Rp. 23.000 per tabung, hal tersebut berbanding balik dengan  harga yang sudah di subsidikan pemerintah, yakni Rp. 18.000 per tabung seperti yang ditempelkan dipintu kios pengecer. 

"Harganya Rp. 23.000, dari pada nggak kedapatan, karena kita sedang butuh" kata ibu-ibu yang menjinjing satu tabung gas LPG 3 Kg. 

Hal yang sama juga di alami warga kecamatan Tangan-Tangan, kepada media ini, Ena mengungkapkan rasa kekecewaan nya terhadap pengecer, sebab, pada saat warga sedang kocar-kacir mencari gas tersebut, pengecer yang diketahui pangkalan PT. Surya Meukat Gah tersebut menjual kepada warga Rp. 25.000 per tabung. 

Tak hanya itu, Ena juga mengatakan, pemilik pangkalan di duga sengaja menyembunyikan gas LPG 3 Kg ditempat lain, sehingga pada saat warga membutuhkan barang tersebut sudah tak ada lagi. 

"Di depan mata saya gas itu diangkat ke tempat lain, sepertinya memang mau disembunyikan," ucap ibu rumah tangga ini. 

Selanjutnya, ia menambahkan bahwa kecurigaannya itu semakin kuat, sebab, pengakuan warga lain kepada Ena gas melon ditempat tersebut sudah habis, padahal, selang waktu tidak begitu lama antara Ena dengan warga lain itu mendatangi tempat yang sama. 

"Namun, pada saat orang lain datang, gas sudah tidak ada lagi, mana harga mahal lagi," kata Ena kesal. ‎(*)