Powered by Blogger.

Mobile Menu

Advertisement

Update

logoblog

Ini Alasan KNPI Aceh Usul Zaini Jadi Wali Nanggroe

22 June 2017
Ketua DPD KNPI Aceh, Zikrillah Ibna, mengusulkan Zaini Abdullah menjadi Wali Nanggroe setelah meyelesaikan tugas sebagai Gubernur Aceh. Hal ini di sampaikan dalam pertemuan penyerahan penghargaan KNPI kepada Gubernur Aceh atas dedikasinya membangun Aceh. 

Usulan ini menurut Zikri agar transisi roda pemerintahan dari Pemerintahan sebelumnya kepada pemerintahan yang baru tetap terkoordinasi dengan baik, dan kedepan juga tetap menjadi seperti ini.

"Siapapun yang menjadi Gubernur maka setelahnya langsung menjabat sebagai Wali Nanggroe," ujar Zikri kemarin.

Jika mantan Gubernur menjadi Wali Nanggroe, lanjut dia tentu sudah mencukupi persyaratannya dan tidak diperlukan tes lagi. Karena semua persyaratan untuk menjadi WN sudah dilewati saat tes menjadi Gubernur.

"Ditambah lagi dengan pengalaman memimpin selama menjadi Gubernur tentu akan membuat seorang WN menjadi sangat berwibawa dan berpengalaman dalam memberikan masukan kepada  Gubernur dalam menjalankan roda pemerintahannya," tambahnya.

Lebih lanjut, kata Zikri, Gubernur kedepan otomatis menjadi WN. Tidak diragukan lagi kemampuannya dalam membaca Al Quran, menguasai adat istiadat dan ilmu pemerintahan. Karena semua telah di lalui pada saat tes menjadi Gubernur, ini akan memberikan keistimewaan dan kewibawaan bagi WN nantinya. Usulan ini memang perlu penyesuaian dalam Qanun WN nantinya, dan KNPI sedang mempersiapkan draft Qanun WN yang seperti ini untuk diajukan kepada Gubernur dan DPRA nantinya.

Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh, Safaruddin, mengapresiasi dan mendukung usulan ini. Menurut Safar, jika mantan Gubernur menjadi WN tentu akan memperkuat roda pemerintahan.

"Jika pemerintahan kuat maka program pemerintah untuk memberikan kesejahteraan dan keadilan social bagi masyarakat akan cepat terwujud. Perpaduan Gubernur dan Mantan Gubernur yang menjadi WN ini tentu akan membuat Aceh semakin kuat," pungkasnya. (*)