Powered by Blogger.

Mobile Menu

Advertisement

Update

logoblog

Sopir Labi-labi Sakit Parah Dipukul Oknum Polres Abdya

18 April 2017
Korban pemukulan Murhazli (48) warga desa Alue Pisang Kecamatan Kuala Batee Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Teungku Peukan (RSTP) Abdya karena kondisinya sudah menurun, hal itu pascadilakukan pemukulan oleh oknum polisi Polres Abdya, Selasa (18/4/2017).

Pengakuan korban, ia telah dipukul oleh oknum polisi Polres Abdya yang bertugas di Satlantas Polres setempat, hal itu terjadi saat korban sedang berada disalah satu warung kopi, dijalan Perdagangan desa Keude Siblah kecamatan Blangpidie.

"Bang Reza yang pukul saya, tanpa basa basi dia langsung memukul saya", ungkap korban Murhazli. 

Selanjutnya, korban juga mengatakan, oknum polisi tersebut telah melakukan pemukulan terhadapnya beberapa kali, sehingga kaki korban menjadi kebas-kebas, kepala dan leher korban sakit-sakitan, serta korban mengalami muntah-muntah. 

"Saya sempat diancam sama bang Reza saat sedang dibawa saya ke Polres, saya tidak dikasih turun dari mobil, kalau saya turun, anggota polisi lainnya akan mukul saya", sebut korban mengulang ucapan oknum polisi tersebut. 

Menurutnya, korban yang berprofesi sebagai sopir angkutan labi-labi trayek Babahrot itu sebelumnya pernah dipukul oleh sopir labi-labi trayek Pulau Kayu, kejadian itu terjadi kemarin Senin 17 April 2017 di salah satu sekolah di desa Pante Pirak, kecamatan Susoh, pengakuannya saat itu ia hendak menjemput keponakan disekolah tersebut, tapi ia langsung dipukul sambil dimaki-maki. 

"Kah yang poh abang lon (kamu yang pukul abang saya)" , ucap korban mengutip perkataan oknum polisi, seraya oknum polisi menghajarnya dikepala korban.

Sedangkan pengakuan Reza, anggota Polres Abdya yang dituduh telah memukul Murhazli mengatakan, ia tidak pernah melakukan pemukulan terhadap korban seperti yang dituduhkan terhadapnya, dan pengakuan Reza hanya mendorong-dorong kepala korban. 

Dikatakan Reza, ia siap bertanggunggjawab jika hal tersebut dibawa keranah hukum, karena menurutnya angkutan labi-labi tersebut di bawah koordinirnya. 

"Saya hanya mendorong kepalanya, dan labi-labi itu memang dibawah koordinir saya", ucap Reza di ruang IGD RSUTP Abdya. 

Rep: Muhammad Taufik