Powered by Blogger.

Mobile Menu

Advertisement

Update

logoblog

Ribuan Penonton Padati Pagelaran Seni Didong Jalu

30 April 2017
Kegiatan Didong Jalu antara Arita Mude dengan Pegasing yang diadakan Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Takengon (IPPEMATA) Banda Aceh tadi malam (29/4) bekerja sama dengan UPTD taman Budaya mendapat perhatian penuh dari Pemeritah Aceh Tengah untuk terus dilestarikan secara terus menerus.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Aceh Tengah melalui Kabag umum Aulia Putra. "Sebagai orang gayo didong ini sangat penting untuk terus dilestarikan sebagai aset budaya yang sangat tinggi nilainya. Untuk itu mari kita bangkitkan kembali budaya lokal yang masih ada dengan penuh tatakrama, penghormatan," tegasnya

Melalui Majelis Adat Gayo (MAG) Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, mengapresiasi kegiatan para leluhur ini untuk terus diadakan dalam acara Gayo khususnya bagi Ippemata sendiri.

"Apalagi dijaman globalisasi sekarang yang sudah terkontasminasi budaya luar atau  terpengaruh dengan budaya luar yang masuk memengaruhi adat istiadat nenek moyang kita ini," tambahnya.

Sebelumnya Razikin Akbar dalam sambutannya mengharapkan kepada Dinas Budaya dan Pariwisata Aceh hal Aceh Reza Fahlevi untuk terus dilaksanakan disetiap tahunnya.

"Kami meminta kepada pemerintah Aceh melalui Dinas budaya, agar didong inisenantiasa diadakan secara terus menerus," ujar Razikin.

Senada dengan ketua Ippemata Banda Aceh, Dinas Pariwisata yang juga diberi kesempatan untuk berbicara di depan masyarakat Gayo bahwa ia juga mendukung tinggi acara tersebut untuk terus dilaksanakan.

"Kami harapkan kepada Keluarga Negeri Antara dan IPPEMATA mari mempromosikan wilayah tegah pusat wIsata alam dan Budaya Gayo ini," harapnya.

Diakhir acara, seremonial ini diakhiri dengan pembagian hadiah yang diberikan kepada penonton atas pertayaan yang diberikan panitia. Acara ini dimeriahkan oleh Hendra dan kawan-kawan.

IPPEMATA merupakan salah satu paguyuban organisasi yang mewakili aceh tengah di Banda Aceh yang berfungsi mengayomi mahasiswa yang berada di Banda aceh dan Aceh Besar.

Koresponden: Riri Isthafa Najmi