Powered by Blogger.

Mobile Menu

Advertisement

Update

logoblog

Rawan Penyimpangan, Lelang Proyek Break Water PPI Susoh

18 April 2017
Sejumlah proyek besar yang dilelang oleh Unit Layanan Pelelangan (ULP) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), terdapat satu proyek yang dinilai rawan penyimpangan, yakni lanjutan pembangunan Break water PPI Ujong Serangga, desa Padang Baru Kecamatan Susoh, Kabupaten setempat.

Dari sekian banyak proyek besar, yaitu mencapai belasan proyek lainnya, pembangunan Break Water PPI Ujong Serangga, salah satu yang dinilai akan terjadi masalah, hal itu seperti yang diungkapkan perwakilan PT. Adek Abang Tahara, Gunawardi, kepada awak media di Blangpidie, Senin (17/4/2017)

"Tender lanjutan paket Break Water PPI Ujung Serangga, dengan nilai pagu Rp 8,8  milyar, dan dinilai rawan penyimpangan", ungkap Gunawardi.

Anehnya, sebelum PT. Adek Abang Tahara mendapatkan undangan pada Senin 17 April 2017, dalam hal ini guna pembuktian kualifikasi proyek tender, ternyata, undangan yang diterima pihak PT Adek Abang Tahara itu tidak benar adanya, yakni undangan palsu, serta pihak panitia mengelak mengakui bahwa surat undangan palsu tersebut berasal dari ULP

Selain ada kejanggakan di undangan yang palsu. Paket yang mengharuskan adanya dukungan batu gajah sebagai bahan material yang digunakan tidak ada di Kabupaten Abdya dan hanya ada di kabupaten tetangga yakni Aceh Selatan. 

"Yang saya tahu di Kabupaten Abdya tidak ada satupun izin batu gajah, sedangkan di Aceh Selatan hanya ada di Meukek dan Labuhan Haji," sebutnya.

Terkait dukungan batu gajah, pihaknya meminta hadir saat pembuktian di kantor ULP di jalan Iskandar Muda Blangpidie." Saya ragu terhadap dukungan batu gajah dan dokumen lainnya terhadap disaat pembuktian lelang", katanya.

Akuinya, perusahaannya PT Adek Abang Tahara dengan nilai kontrak Rp 8, 2 Milyar tidak lulus evaluasi teknis, sehingga tidak diundang untuk verifikasi dan  kualifikasi yang digelar kemarin.

Sementara salah satu perusahaan yang diundang untuk pembuktian kualifikasi adalah PT. Putra Naggroe dengan nilai kotrak Rp 8.7 milyar. 

Salah seorang panitia ULP Abdya, yang dimintai tanggapannya menyatakan, undangan yang didapat oleh PT. Adek Abang Tahara itu adalah palsu. Dan, kasus itupun sudah pernah terjadi pada tahun sebelumnya. 

"Kalau tahun 2017, ini kasus  yang pertama", kata panitia ULP. 

Selanjutnya, pihaknya mengakui sudah menyurati LPSE terkait adanya pemalsuan undangan yang dibuat oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

"Dari alamat dan kop surat saja salah, termasuk yang menggudang salah", terangnya.

Menyangkut dukungan batu gajah, dirinya mengaku telah datang langsung ke pemilik batu gajah di Labuhan Haji dan Meukek Kabupaten Aceh Selatan, hal itu guna untuk melihat langsung dilokasi terasebut.

Sementara, saat diminta surat dukungan batu gajah oleh sejumlah perusahaan, pihak panitia mengatakan itu rahasia sehingga tidak diperlihatkan.

"Tunggu saja diumumkan, setelah itu bisa dilihat dan perusahaan yang tidak puas boleh sanggah," tuturnya.

Rep: Muhammad Taufik