Powered by Blogger.

Mobile Menu

Advertisement

Update

logoblog

Kalkulasi Politik di Pilgub Papua, Lukas Vs Pigai

11 April 2017


Sebagai gambaran, peta kekuatan politik Pemilihan Gubernur Papua sampai saat ini berkutat pada empat nama. Pertama, Lukas Enembe. Sosok yang digadang-gadang menjadi Calon Gubernur petahana ini diprediksi mengantongi basis suara keluarga sebanyak 1,2 juta pemilih. Selisih kurang lebih 100 ribu suara dengan Natalius Pigai yang mengantongi 1,1 juta suara. 

Selanjutnya PAULUS W. Putra Papua Barat yang notabene tidak punya basis keluarga di Papua dan WETIPO yang diperkirakan punya kekuatan 40 ribu di Wamena dari basis suara GKII.

Pemilihan Gubernur Papua tahun 2018 mungkin menjadi momentum penting sepanjang sejarah pemilihan gubernur di Papua. Berbagai intrik menghadapi pemilu sudah sangat terasah di masyarakat apalagi pada para calon gubernur termasuk saya yang belum menyatakan maju, namun sudah disebut banyak orang termasuk oleh Gubernur Lukas Enembe. 

Tulisan ini sekedar memberi gambaran rill di Papua untuk pengurus partai politik di pusat yang belum tahu atau dibohongi oleh para politisi Papua agar membuka cakrawala dalam menentukan siapa calon gubernur yang secara riil memiliki massa berbasis pada keluarga yang memiliki genealogisnya dan bahasa yang sama.

Golkar terburu-buru menyatakan akan mengusung Paulus Waterpauw sebagai calon tunggal, mungkin bagi Lukas Enembe tidak ada masalah namun saya sangat terganggu dengan pernyataan ini karena menurut saya Paulus itu bukan siapa-siapa di Papua.

Beliau putra terbaik, namun asal dari Kaimana provinsi Papua Barat. Tidak punya keluarga yang bisa diandalkan sebagai basis pendukung keluarga. Belum tahu dari mana beliau akan dapat suara kultural, apakah pendatang? 

Pendatang siapa? Mereka sangat cair dan tergantung kepentingan, dan kita semua memiliki hubungan dengan pendatang termasuk saya dengan Pegawai Negeri dan Transmigran yang bekerja rill demi kaum miskin dan papa di seluruh Indonesia.

Demikian pula ketika orang mendengungkan Wempi Wetipo, sosok asal kabupaten Jawawijaya dengan jumlah penduduk 200 ribu jiwa. Tapi di sana 40% Katolik, tidak mungkin pilih beliau, suara akan terpecah. Hitungannya 20 % suara GIDI akan bermuara ke saya dan Baptis kemungkinan besar tumpah ke Lukas dan Ones 30% agamanya. 

Namun 10% Kingmi Papua dan suara murni Wetipo hanya 20% dari GKII. Suara 20% itu equivalent dengan 40 ribu suara. Jadi Wetipo bukan calon yang perlu diperhitungkan. 

Hemat saya, Pak Lukas Enembe tetap menjadi magnet luar biasa dan respek sebagai putra Papua yang punya karakter dan saya tertantang bersaing dengan beliau di situasi dimana beliau punya massa yang luar biasa, dan uang yang melimpah dengan jabatan dan kekuasaan besar. 

Saya tumbuh dan besar di Wamena, kampung halaman Lukas dan Wetipo. Sehingga saya tahu kekuatan riil mereka. Saya hanya akan merasa terhormat jika dikalahkan Pak Lukas Enembe.

Semoga Para Politisi di Jakarta dan Papua tidak mengkerdilkan partai-partai besar hanya karena demi perhitungan politik yg tidak matang dan salah. 

Natalius Pigai
(Komisioner Komnas HAM, Putra asli Papua yang belakangan digadang-gadang bakal menjadi pesaing berat Lukas Enembe di Pemilihan Gubernur Papua tahun 2018)