Powered by Blogger.

Mobile Menu

Advertisement

Update

logoblog

Wali Murid Ancam Tembak Guru, Polres Abdya: Izin Senjatanya Kadaluarsa

22 March 2017
Kapolres Aceh Barat Daya (Abdya) melalui Waka Polres Kompol Edy Bagus Sumantri perintahkan kepada Kasat Reskrim Polres setempat, agar mengusut hingga tuntas kasus pengancaman terhadap siswa dan dewan guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Blangpidie, yang dilakukan oleh salah seorang Wali murid yang bernama Sulfinah.

Edi Bagus Sumantri, dengan tegas mengatakan pengusutan kasus pengancaman yang dilakukan Sulfinah, bahwa tindakan semena-mena. Menurutnya, tak ada alasan bagi Sulfinah mengandalkan pistol ke tempat pendidikan tersebut, hal itu dikatakan Wakapolres Abdya Edi Bagus kepada wartawan diruang kerjanya, Rabu (22/3/2017).

"Kasus tersebut harus segera dituntaskan, karena tidak ada alasan mengandal -andalkan pistol ke sekolah. Saya saja punya pistol tetapi saya tidak pernah bawa," tegasnya Edy Bagus

Wakapolres juga menyebutkan, kasus tersebut saat ini sedang dalam penyelidikan.

"Pemeriksaan saksi-saksi dan termasuk korban (JK) siswa yang disetrum juga akan kita panggil besok", ujarnya yang didampingi Kasatreskrim.

Selanjutnya, Kasat Reskrim AKP Misyanto menjelaskan, kasus tersebut hingga saat ini sudah mencukupi bukti-bukti, untuk dijerat terduga pengancaman dengan pasal 368 Ayat 1 KUHP.

"Ancaman hukumam maksimal 5 sampai 6 tahun penjara", terangnya.

Ia juga menambahkan, seluruh barang bukti seperti pistol airsoft gun, alat getar kejut dan kampak sudah diamankan oleh pihak kepolisian untuk memudahkan proses penyelidikan.

Namun, dari pemeriksaan awal terhadap terduga, izin menggunakan senjata pistol airsoft gun tersebut, didapat dari persatuan Perbakin Meulaboh Kabupaten Aceh Barat. Tetapi, surat izin dari Perbakin tidak dapat dibuktikan kepada penyidik.

"Hanya mengaku izin sudah expire (kadaluarsa), dan sekarang dalam pengurusan perpanjangan izin, Intinya kepemilikan senjata tersebut ilegal", sebutnya.

Rep : Muhammad Taufik