Powered by Blogger.

Mobile Menu

Advertisement

Update

logoblog

Total Rp 3,66 Miliar untuk Korban Banjir Bandang Garut

04 March 2017
Pemerintah melalui Kementerian Sosial mengucurkan bantuan jaminan hidup (Jadup), santunan ahli waris, dan stimulan bahan bangunan rumah (BBR) kepada korban banjir bandang Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (4/3). 

Total bantuan yang dicairkan senilai Rp3,66 Miliar. Bantuan diserahkan secara simbolis di Rumah Perlindungan Sosial Tresna Wedha Garut. ‎Penerima Jadup sebanyak 1.724 jiwa tersebar di Kecamatan Garut Kota, Cisompet, dan Tarogong Kidul. 

Para korban banjir bandang tersebut berhak atas bantuan jadup sejumlah Rp10.000/hari selama 90 hari atau senilai Rp900.000. Adapun total Jadup sejumlah Rp1,551 miliar. 

Sementara, santunan ahli waris diberikan kepada 14 KK dari Kecamatan Tarogong Kidul masing-masing senilai Rp15 juta sehingga total Rp210 juta. Sementara stimulan BBR diberikan kepada 171 KK masing-masing Rp10 juta dengan total Rp1,71 miliar.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga memberikan bantuan sembako dengan total nilai Rp194,4 juta. Paket sembako senilai Rp200rb dibagikan kepada korban banjir bandang Kecamatan Garut Kota, Cisompet, dan Tarogong Kidul. 

"Saya ikut merasakan apa yang dirasakan bapak-ibu semua. Semoga kejadian seperti ini (banjir bandang-red) tidak berulang kembali," ujarnya. 

Mensos mengatakan jadup menurut Peraturan Menteri Sosial Nomor 04 Tahun 2015 adalah bagi keluarga yang rumahnya rusak berat. Jadup diberikan satu kali dan pencairannya dilakukan setelah masa tanggap darurat selesai. 

Harapannya, lanjut Khofifah, bantuan jaminan hidup yang diberikan tersebut bisa membantu menopang kehidupan sehari-hari selama masa pemulihan pascabencana. 

Khofifah menerangkan saat ini sebagian besar korban banjir bandang menetap di hunian sementara (huntara) sampai proses penyiapan hunian tetap (huntap) selesai. Huntap tengah dipersiapkan oleh kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU-PR). Jika telah selesai, Kementerian Sosial kembali akan memberi bantuan berupa isi perabotan rumah senilai Rp3 juta per kepala keluarga. 

Mensos mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Garut untuk segera bangkit dari kejadian duka banjir bandang bulan September 2016 lalu. 

"Banjir bandang adalah salah satu ujian dari Tuhan. Jika kita bisa melewati ujian dengan lapang dada, Insyaallah kita akan semakin ditinggikan derajatnya dihadapan Allah," imbuhnya. 

Dia mengingatkan, fenomena banjir bandang dan longsor di Garut bisa terjadi di daerah-daerah lain di Indonesia. Oleh karena itu, tambah dia, semua pihak harus tetap bersiaga dan mengantisipasi kemungkinan terjadi bencana serupa. (*)