Powered by Blogger.

Mobile Menu

Advertisement

Update

logoblog

Sering Memberikan Hadiah Pada Anak? Lihat Dampak Buruknya Disini

14 March 2017
Sering sekali kita, para orangtua menjanjikan memberikan hadiah pada anak-anak kita. Misalnya, 'ayoo kerjakan PR nya, nanti ibu belikan boneka baru', tentu kalimat-kalimat ini tidak terasa asing lagi di telinga kita dan juga telinga sang buah hati. Hal ini juga telah sangat akrab di sekeliling kita.

Namun, jika kita runut lebih jauh. Apakah hal ini tepat? Apakah anak kita menyelesaikan tugasnya dengan benar sesuai harapan kita? Atau ia hanya mengerjakan seadanya demi mendapatkan hadiah yang telah dijanjikan? Pertanyaannya, apakah hal ini tepat?

Menurut Timothy Wibowo, pakar character specialist, membudayakan atau memberikan hadiah kepada anak sesering mungin dapat menjadi pemicu perilaku baik atau disiplin yang sering disalahartikan. Ya, dengan memberikan anak hadiah tidak akan membentuk perilaku baik pada anak, melainkan semakin merusak perilaku anak.

Sementara di ranah pendidikan karakter, perilaku seseorang dapat dibentuk dengan berbagai macam teknik dan pendekatan. Salah satunya adalah dengan modifikasi perilaku yang diberikan hadiah atau yang tidak diberikan hadiah.

Sebagai orangtua, rasanya sangat penting sekali mengetahui informasi ini. Bahwa, hadiah dapat memang dapat menimbulkan rasa senang dan gembira. Namun, bisakah kedua rasa itu dimunculkan tanpa pemberian hadiah? Bisa, dan banyak caranya.

Tanpa kita sadari banyak orangtua yang tidak memahami ini, bahkan bisa jadi kita sendiri mengalami hal ini. Memang, hadiah adalah cara yang paling mudah untuk menciptakan rasa senang, dicintai, dan rasa diperhatikan. Namun, ternyata tak melulu berakhir baik, memberikan hadiah secara kontinyu kepada sang buah hati memiliki beberapa dampak bahaya. Apa saja itu?

a. Anak yang dijanjikan hadiah kadangkala berperilaku buruk, karena anak tidak memahami dengan baik, alasan mengapa ia harus berperilaku baik, selain hanya karena ingin mendapatkan hadiah. Apalagi jika orangtua tak dapat menepati janji, maka jangan salahkan anak berperilaku kasar atau buruk.

b. Hadiah membuat anak manjadi pribadi yang menuntut. Ya, karena selalu dijanjikan akan sebuah hadiah, anak akan berperilaku baik hanya karena ingin mendapatkan hadiah. Sebaliknya, anak akan menjadi pribadi yang menuntut jika tidak diberikan hadiah.

c. Hadiah menjadikan anak untuk berfokus diluar dirinya, karena hal ini menyebabkan anak kesulitan memahami rasa, dan akibat dari perbuatan baik yang akan menyenangkan hatinya. Nah disinilah tugas kita sebagai orangtua untuk mendidik rasa dan emosi pada anak, seperti rasa bermakna, percaya diri, dan menghargai diri sendiri saat mereka berhasil mencapai sesuatu yang baik.

Nah, itulah tadi beberapa dampak buruk dari pola hidup membudayakan memberi hadiah pada anak. Ketahuilah membahagiakan anak tidak selalu dengan hadiah, ada banyak cara yang dapat kita lakukan sebagai orangtua. Maka dari itu, marilah sebagai orangtua kita belajar untuk mengetahui lebih dalam bagaimana anak harus diperhatikan. Karena terkadang, sebenarnya anak hanya butuh dukungan pada saat ia sedang berproses dalam berusaha satu dua hal, bukan hanya hadiah atas keberhasilannya.