Powered by Blogger.

Mobile Menu

Advertisement

Update

logoblog

Pemberitaan Miring Mobil VVIP Kepresidenan Dinilai Merugikan SBY

22 March 2017
Pendiri Rumah Amanah Rakyat, Ferdinand Hutahaean mengatakan beredarnya pemberitaan miring dan cenderung negatif terkait mobil VVIP Kepresidenan sangat merugikan SBY, baik secara pribadi maupun sebagai Presiden RI ke-6.

"Sebagaimana diberitakan oleh beberapa media online diantaranya Kompas.com dengan judul berita 'SBY Bersedia Kembalikan Mobil Presiden Yang Masih Dipinjam' dan tribunnews.com dengan judul berita 'Menurut Istana, SBY Masih Pinjam Mobil Presiden Anti Peluru'. Kedua media tersebut mengutip pernyataan Kepala Sekretariat Presiden Darmasjah Djumala yang seakan-akan menyatakan bahwa Presiden RI ke-6 SBY meminjam mobil kepresidenan dari istana," katanya, Rabu (22/3).

Ferdinand mengatakan inilah titik masalah yang membuat publik menghakimi SBY, bahkan di media sosial banyak yang mencaci SBY secara tidak beretika. Pangkal mencuatnya masalah mobil VVIP ini bermula dari mogoknya mobil kepresidenan yang ditumpangi oleh Presiden Jokowi saat berkunjung ke Kalimantan.

"Sontak berita ini menjadi ramai diperbincangkan, namun sayangnya jajaran Kepresidenan malah bertingkah konyol dengan membawa masalah melebar hingga ke mobil VVIP yang sempat digunakan SBY," katanya.

Agar tidak menjadi fitnah, lanjut Ferdinand perlu dijelaskan bahwa berdasarkan UU nomor 7 tahun 1978 pasal 8 disebutkan bahwa mantan Presiden dan mantan Wakil Presiden disediakan sebuah kendaraan milik negara beserta pengemudinya.

"Dan atas dasar itu, maka pada pasca digantikan oleh Jokowi, mobil yang sudah 7 tahun digunakan SBY saat menjadi Presiden diantar oleh pemerintah ke kediaman SBY di Cikeas dan operasional serta tanggung jawabnya berada pada Paspampres yang bertugas mengawal SBY," katanya

Jadi jelas, Ferdinand menambahkan bahwa mobil tersebut bukan dipinjam oleh SBY, namun diserahkan oleh negara sebagai kewajiban atas UU nomor 7 tahun 1978. Ferdinand menilai pernyataan Kepala Sektretariat Presiden Darmansjah Djumala adalah keliru dan harus diluruskan.

"Akibat pernyataan tersebut, SBY menjadi korban caci maki di media sosial secara tidak beretika. Darmansjah semestinya minta maaf kepada Presiden RI ke-6 SBY," katanya.

Perlu diketahui juga bahwa Mobil VVIP tersebut sejak September 2016 sudah tidak digunakan oleh SBY karena dalam keadaan rusak dan dalam kondisi proses perbaikan. Atas kondisi tersebut.

Bahkan SBY sudah meminta agar mobil tersebut dikembalikan ke negara, namun belum bisa dilakukan karena masih dalam proses perbaikan dan baru selesai sekitar minggu lalu.

Atas dasar tersebut, dan pemberitaan yang tidak memenuhi nilai-nilai kebenaran faktual serta tidak meminta klarifikasi dari pihak Presiden RI Ke 6 SBY, dengan ini diluruskan dan disampaikan kepada publik.

Nama baik SBY telah dirugikan, maka sudah sepatutnya Darmansjah Djumala meminta maaf dan meralat pernyataannya terkait mobil VVIP yang digunakan SBY. SBY tidak dalam status meminjam mobil atau menguasai mobil VVIP dengan cara yang ilegal, akan tetapi mobil tersebut diserahkan negara sebagai wujud kewajiban melaksanakan UU nomor 7 tahun 1978.

Novita Hafsyah Nasution