Powered by Blogger.

Mobile Menu

Advertisement

Update

logoblog

Parah! Wali Murid Ancam Tembak Guru Sekolah di Abdya

21 March 2017
Akibat Handpone (hp) milik anaknya hilang di sekolah, oknum wali murid mendatangi pihak Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Blangpidie pada hari Rabu 15/3/2017, serta mengancam akan menembak para dewan guru yang sedang berada disana, jika hp milik anaknya tidak dikembalikan oleh pada pihak sekolah, hal itu di ungkapkan kepala bidang sarana dan prasarana sekolah Bustaman, S.Pd kepada Istanapos.com diruang kerjanya, Selasa (21/3/2017).

Oknum wali murid yang berinisial Sul itu, orang tua dari Ibnu Fajar (12) murid kelas 8 ruang empat SMP N 1 Blangpidie, mendatangi sekolah karena anak nya kehilangan hp, namun ketika sampai disana, Sul mengancam akan menembak semua dewan guru dengan senjata air sofgan yang berada ditangannya.

"Kalau tidak ada yang mengembalikan hp anak saya, akan saya tembak semula", kata Bustaman mengutip perkataan wali murid.

Bustaman juga mengisahkan, bahwa sekolah tempat ia mengajar tersebut memang sudah membentuk aturan, bahwa kepada siswa-siswi tidak dibenarkan membawa hp ke sekolah, hal itu menghindari kelalaian murid saat proses belajar mengajar guru.

"Sekolah telah membentuk aturan, siswa dilarang bawa hp ke sekolah", ucapnya.

Setelah terjadi keributan di sekolah itu, selanjutnya wali murid tadi langsung mengeluarkan alat getar kejut dan langsung menyetrum salah seorang siswa yang bernama Jaka. Dan Sul juga menyebutkan bahwa anaknya Fajar pernah di sodomi oleh Jaka.

"Namun jaka mengaku benar, tapi dalam arti senda gurau antara kawan dalam satu kelas di sekolah. Namun hal itu terjadi tahun lalu", kata Bustaman juga sebagai Waka Sekolah.

Kesiapan Sul melakukan kriminal disekolah terlihat memang sudah siap, sebab, sebut Bustaman alat untuk melakukan kejahatan sudah tersedia di dalam tas yang selalu di bawanya.

"Tampaknya Ibu itu sudah siap untuk melakukan kriminal di sekolah, dengan barang bukti didalam tas ada Kampak, alat getar kejut dan senjata", ujarnya.

Terkait dengan kasus pengancaman terhadap dewan guru dan murid di sekolah itu, ia mengaku telah menyerahkannya kepada pihak yang berwajib, dalam hal ini merupakab pihak Kepolisian.

"Sementara, untuk kedua siswa itu tetap diistirahatkan dulu sampai kondisi kondusif", sebutnya.

Kendatipun demikian, katanya, proses penyelesaian permasalahan tersebut tetap dijalankan sesua dengan peraturan sekolah, hal itu untuk mempertanyakan anak itu kepada wali muridnya, apakan masih mau bertahan sekolah disini atau mau dipindahkan anaknya ke sekolah lain.

"Namun kita disini menyelesaikan permasalahan antara siswa Jaka dengan Fajar dan orang tua murid tersebut", kata Bustaman, sembari menyebutkan wali murid yang membawa senjata ke sekolah belum di tahan oleh pihak yang berwajib.

"Guru cubit siswa saja sudah di tahan, tapi ini wali murid bawa senjata ke sekolah tapi tidak ditahan", ucapnya.

Sementara itu, pada hari yang sama, Kapolsek Kecamatan Blangpidie Iptu Karnofi yang dikonfirmasi menyebutkan, kasus itu benar sudah dilapor kepihaknya tetapi masih berbentuk surat, belum LP-nya. Kasus itu sudah dalam proses penyelidikan yang sedang berjalan. 

"Untuk pidananya belum kita cari, namun tetap kita proses. Langkah awal kami memintai keterangan dan mengamakan BB yang berupa satu pucuk air sofgan, satu alat getar kejut dan satu lagi adalah Kampak", jelasnya.

Kapolsek Karnofi menceritakan kronologis kejadian itu seperti yang diungkapkan pihak sekolah, namun yang intinya bahwa ada perampasan uang terhadap anak itu (Fajar). 

"Tapi saat kita tanya siapa yang rampas uangnya, dia mangakui tidak kenal", pungkasnya.

Rep : Muhammad Taufik