Powered by Blogger.

Mobile Menu

Advertisement

Update

logoblog

Nek Saudah yang Luput dari Perhatian Pemerintah

11 March 2017
Dalam kehidupan ekonomi yang kurang mapan, namun takdir Allah SWT tidak seorang pun yang mampu mengganjal. Langkah, rezeki, pertemuan dan maut memang sudah diatur oleh sang Khalik. 

Begitulah kehidupan Nek Saudah saat ini, ia hanya bisa pasrah karena mata nya tak dapat lagi melihat paska operasi katarak

Nek Saudah, nama panggilan sehari-hari kepadanya, selain sebagai ibu bagi anaknya, sejak suami meninggal dunia, Nek Saudah juga menjadi kepala keluarga demi menopang hidup dan memberi kasih sayang untuk putra nya Anwar (38) yang kini menderita penyakit lumpuh total sejak lima tahun silam, hal itu diketahui Muslizar. MT Ketua Pembina Blood For Life Foundation (BFLF) Abdya, juga selaku Wakil Bupati Abdya terpilih saat mengunjunginya di desa Meunasah Teungoh Kecamatan Lembah Sabil, Jum'at (10/3/2017)

"Tadi pagi ketua pembina BFLF Abdya mengunjungi warga di desa Meunasah Teungoh Lembah Sabil, sangat memprihatinkan", ungkap Aroel Kabid Kesehatan BFLF Abdya

Selanjutnya, Aroel mengatakan Nek Saudah sebelumnya cacat permanen, mata beliau diagnosis katarak oleh dokter, serta pada saat itu sudah pernah berobat ke Rumah sakit Yuliddin Away di Tapak Tuan, yang didampingi oleh keluarga lain, namun tidak ada perubahan

"Nek Saudah sudah pernah berobat mata ke Tapaktuan, tapi tidak ada perubahan, dan anaknya pun dalam keadaan lumpuh total", katanya

Sayangnya lagi, bukan hanya Nek Saudah cacat mata permanen, namun putra Nek Saudah juga dalam kondisi lumpuh permanen. Aroel yang mendampingi Muslizar. MT saat itu, sangat prihatin melihat kondisi kedua anak manusia tersebut, pasalnya Anwar anak Nek Saudah yang seharusnya dapat membantu ibu nya, tapi karena faktor fisik yang tidak memungkinkan, Anwar kini berharap perhatian pemerintah terhadap dirinya dan keluarga

"Anwar juga butuh kursi roda untuk memenuhi aktifitas sehari-hari dirumahnya", pinta Aroel pada pihak terkait

Sementara Anwar berharap sangat perhatian dari pemerintah. Hingga kini, akui Anwar belum pernah menerima bantuan dari pemerintah setempat, ia sangat berharap kepedulian dari para dermawan dan juga pemerintah terhadap keluarganya

Anwar penderita lumpuh sejak lima tahun yang lalu tersebut, dan sudah pernah berobat ke puskesmas terdekat dibawa oleh saudaranya, namun kondisi Anwar saat itu tidak mampu ditangani di Puskesmas, sehingga dokter merujuk Anwar berobat lanjutan ke RSU-TP Abdya, tapi karena terkendala tidak ada memiliki biaya pendampingan di rumah sakit, akhirnya tujuan berobat ke RSU-TP Abdya pupus, Anwar memutuskan membatalkan berobat lanjutan

"Saya dan keluarga belum menerima bantuan apapun, sampai hari ini tidak ada kunjungan dari pihak pemerintah untuk melihat keadaan kami", ungkapnya dengan nada penuh kesedihan

Rep : Muhammad Taufik.