Powered by Blogger.

Mobile Menu

Advertisement

Update

logoblog

Kejam! Bantuan Rehab Rumah Warga Miskin dan Lumpuh di Abdya Disunat

15 March 2017
Warga miskin asal desa Pante Pirak Kecamatan Manggeng Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), M. Yunus (60) keluhkan kepada pemerintah setempat terkait bantuan rehab rumahnya yang terkesan asal-asalan, sehingga ia dan kekuarganya terpaksa tetap dirumah itu biarpun bocor paska direhab.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Abdya, Khairuddin kepada Istanapos.com mengatakan, bantuan rehab rumah yang di Kecamatan Manggeng dan Lembah Sabil itu sangat tidak sesuai dengan kebutuhan, rumah yang di rehab tersebut masih saja seperti tanpa perhatian pemerintah.

"Saya didatangi warga pemilik rumah di rehab itu, mereka menyampaikan keluhannya pada saya", ungkap Khairuddin saat menyambangi rumah M. Yunus, Selasa (14/3/2017).

Ia berharap kepada pihak terkait agar menindak pelaku yang melakukan kecurangan terhadap bantuan masyarakat, karena anggaran yang di alokasikan melalui APBK Abdya untuk rehab rumah itu harus tersalurkan kepada masyarakat yang sangat membutuhkan.





"Dinas harus bertanggung jawab, pihak terkait harap mengusut, itu bantuan masyarakat tidak mampu", ucapnya.

Ironisnya, persoalan rehap rumah tidak mampu tersebut, merupakan wujud kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang sudah memiliki rumah, namun masih dalam kondisi yang memprihatinkan, akan tetapi, fakta di lapangan, rumah yang di rehap bermaksud agar tidak lagi bocor, dan dinding menjadi beton, namun sebagian rumah warga yang di rehap, tetap saja bocor ketika hujan melanda, hal itu di akui M. Yusuf warga desa Pante Cermin kecamatan Manggeng, Abdya.

"Kembalikan saja lah atap rumbia saya, ambil balik seng ini, sama saja, rumah saya tetap bocor, pemasangan asal-asalan", ungkap M. Yusuf dikediamannya.

Hal yang sama juga dirasakan A. Rasyid, warga desa Pante Raja ini harus menjalani kehidupan berdua bersama putrinya yang masih di bangku SMA, kondisi kesehatan nya yang tidak memungkinkan, A. Rasyid hanya menanti kasih sayang tetangga dan orang lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sebab ia diderita penyakit lumpuh sudah bertahun-tahun lalu.

"Ia lumpuh, sakitnya sudah bertahun-tahun, istrinya sudah meninggal, dia tinggal bersama anaknya perempuan, masih sekolah", ungkap seorang warga disana, juga sebagai tetangga A. Rasyid.

Rasyid memang mendapatkan juga bantuan rumah rehab tersebut, saat media ini tinjau di lokasi, pemasangan batako yang informasinya 500 biji per rumah, namun batako yang terpasang tidak mencapai seperti yang dia lokasi kan, malah, pengakuan tetangga Rasyid, batako yang dibawa untuk kebutuhan rehab rumah Rasyid dibawa kembali oleh pekerja rehab. Serta, pemasangan jendela rumah pun terlihat asal sudah jadi, pasalnya, papan yang berlubang-lubang tanpa di ketam terlebih dahulu, setelah dipotong-potong dan dibentuk jendela langsung di pasang pada kosen jendela

"Lihat ini, dindingnya sudah hampir hancur, saat saya suruh pasang disini, dibilangnya tidak masuk dalam RAB", ucap warga setempat sambil menunjukkan ke arah yang rusak itu, turut disaksikan Khairuddin anggota DPRK Abdya dari Daerah Pemilihan tiga kala itu.

Khairuddin pun sangat menyesalkan pelaksanaan rehab rumah warga tidak mampu tersebut, hal itu di ungkapkan Khairuddin, karena para pemilik rumah penerima bantuan rehab rumah tersebut, memang layak untuk di perhatikan. Selain kondisi kesehatan yang tidak baik, warga penerima bantuan itu juga ibu-ibu sebagai kepala keluarga, yang menggantikan sang suami mencari nafkah, sebab sang suami mengalami gangguan jiwa.





"Banyak sekali persoalan bantuan rehab rumah warga tidak mampu ini, mereka hanya mencari untung semata, kebutuhan masyarakat tidak di hiraukan", katanya.

Sementara, menurut informasi yang di peroleh, sejumlah 200 rumah warga tidak mampu di beri bantuan rehap oleh pemerintah Abdya melalui dinas sosial setempat, anggaran yang di alokasikan untuk rumah tersebut sebesar Rp. 9 juta lebih per rumah yang bersumber dari APBK Abdya 2016, serta anggaran rehab rumah tersebut dikelola oleh kelompok-kelompok yang sudah di SK kan oleh dinas terkait.

Rep : Muhammad Taufik