Powered by Blogger.

Mobile Menu

Advertisement

Update

logoblog

Hari ini, Pengacara Petani Kendeng ikut Memasung dan Menyemen Kakinya

20 March 2017
Aksi 'cor kaki' sebagai wujud protes petani Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah atas pendirian pabrik semen di Rembang masih berlanjut. Pasalnya Presiden Joko Widodo belum kunjung merespon tuntutan mereka.

Memasuki hari ke delapan, aksi cor kaki jilid ke dua bahkan mulai diikuti para pengacara. Mereka juga ikut memasung dan menyemen kakinya di depan istana.

"Hari ke8 ini bkn hanya Para Warga kendeng yg disemen kakinya ttp bbrp rekan2 pendamping n pengacara publik jg akan ikut memasung kakinya," tulis akun twitter Asep Komarudin‏ @Aufklarung00 dengan menautkan foto.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai sikap pemerintah hari ini mencederai rasa keadilan masyarakat. Sebab, sebelumnya Presiden sudah memutuskan untuk menghentikan operasi pabrik semen ini hingga selesainya Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang dilakukan tim Independen. Kajian ini diperkirakan akan selesai dalam tempo satu tahun.

Namun, dalam perjalanannya hasil KLHS ternyata bisa selesai pada April 2017. Anehnya, di saat hasil KLHS belum keluar Menteri BUMN Rini Soemarno seperti susah tahu hasilnya.

"Saya menyayangkan pernyataan Menteri BUMN yang menyatakan bahwa Presiden akan segera meresmikan pabrik semen di Rembang pada bulan April mendatang," kata dia belum lama ini.

Pada 5 Oktober lalu, lewat putusan peninjauan kembali (PK) Mahkamah Agung (MA) telah memutuskan untuk memenangkan Yayasan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) yang sekaligus membatalkan izin lingkungan pabrik semen di Rembang.

"Pernyataan Menteri BUMN telah menyakiti rasa keadilan masyarakat Kendeng dan bisa men-fait accomply keputusan Presiden sebelumnya," sambung Fadli. (*)

Foto: Twitter