Powered by Blogger.

Mobile Menu

Advertisement

Update

logoblog

Diduga Ditelantarkan, Jamaah Umroh di Daerah ini Tempuh Jalur Hukum

22 March 2017

"Hari ini kami Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Aceh Barat Daya telah melakukan pertemuan dengan calon jamaah umrah dari Abdya sebanyak 117 orang yang diduga telah ditelantarkan oleh PT Azizi Travel & Tour. Pasalnya sampai saat ini para calon jamaah tersebut tidak memiliki kejelasan dalam hal keberangkatan jamaah umrah

Miswar, SH
Ketua YARA Aceh Barat Daya

Pertemuan itu berlangsung di Guest House Kanapakat, Blangpidie, Abdya, Rabu (22/3), yang dihadiri oleh para calon jamaah umrah, Ketua Yara Abdya Miswar SH beserta para advokat YARA Erisman SH, Riski Darmawan SH, Zulkifli SH.

Sebelumnya, para jamaah ini telah melakukan pembayaran supaya bisa mengikuti pelaksanaan umrah melalui jasa PT Azizi Travel & Tour sejak Februari 2016 lalu dan dijanjikan akan berangkat pada November 2016. Akan tetapi pada November itu keberangkatannya ditunda dan dibuka kembali jadwal berangkat pada 15 Januari hingga 15 Februari 2017.

"Tapi seperti klien kami katakan tadi sampai hari ini tidak ada kejelasan mengenai keberangkatan para calon jamaah umrah itu," kata Miswar.

Saat ini para calon jamaah umrah itu sudah melakukan pembayaran sebanyak Rp17,5 juta. Hanya tinggal tunggu jadwal berangkat saja, tapi sampai saat ini belum juga diberangkat. Maka para calon jamaah umrah yang memberikan kuasa kepada kami (Yara Perwakilan Abdya) itu hanya menuntut uang mereka kembali, tidak menuntut lagi untuk berangkat umrah.

"Kami mengimbau masyarakat Abdya dan umumnya Aceh sebelum masalah ini selesai agar jangan menggunakan dulu jasa PT Azizi Travel & Tour untuk melaksanakan umrah atau kegiatan apapun," kata Miswar.

Selain itu, kami juga akan menyurati pihak PT Azizi Travel & Tour, Kementerian Agama, Kementerian Luar Negeri, dan pihak-pihak terkait dalam penyelesaian masalah ini. Dan kami juga akan mengambil langkah hukum apabila langkah awal tidak diindahkan, dalam bentuk pelaporan pidana penipuan dan pidana pencucian uang, serta penggelapan paspor.[]