Powered by Blogger.

Mobile Menu

Advertisement

Update

logoblog

Bereskan Pasar Tangan-Tangan, Anggota Dewan: Jangan Bertele-tele!

09 March 2017
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Daya (Abdya), Agusri Samhadi mendesak camat Tangan-Tangan untuk segera membentuk panitia pasar Tangan-Tangan, dalam hal penertiban pengelolaan pasar, demi pembangunan kecamatan Tangan-Tangan kedepan, Kamis (9/3/2017).

Pasar kecamatan Tangan-Tangan yang berada didesa Gunong Cut, saat ini terlihat tanpa ada yang urus. Semestinya, pasar tersebut harus dibenahi sistem pengelolaan yang benar, karena selama ini pasar itu hanya dikelola oleh pihak-pihak tertentu, sehingga menimbulkan kecemburuan sosial pihak-pihak lain.

Agusri Samhadi, salah seorang anggota DPRK Abdya dari kecamatan Tangan-Tangan mendesak camat untuk segera mengambil kebijakan terkait pasar tersebut, karena disebutnya, hal itu menghindari konflik sosial di masyarakat, serta ia menyarankan agar dalam waktu dekat pihak kecamatan harus memanggil semua pihak

"Sesegera mungkin, camat harus panggil semua, bukan pihak desa Gunong Cut dan panitia pasar saja", desak politisi muda tersebut

Agus juga menegaskan, persoalan yang sedang terjadi itu jangan dianggap hal remeh, sebab persoalan pembangunan kecamatan Tangan-Tangan tidak bisa seperti air mengalir, namun hal itu harus memiliki energi yang lebih. Desakannya juga terkait penyetoran dari penghasilan pasar tersebut, pihak kecamatan saat ini harus mengambil alih sementara pasar itu, hingga terbentuk paniti yang baru yang mampu mengelola pasar menjadi lebih berkembang, akan tetapi bukan hanya mengambil keuntungan semata

"Ini harus tegas, jangan bertele-tele, kapan waktu untuk dibentuk ini, dan saya berharap stop dulu penyetoran kesana, pihak kecamatan ambil alih sambil pihak kecamatan membentuk panitia baru yang profesional",tegasnya

Sedangkan menyangkut pengawasan yang dilakukan dewan, selama ini menurutnya pengawasan terhadap pasar tersebut tetap berjalan. Tiga anggota DPRK Abdya dari kecamatan Tangan-Tangan itu yakni Agusri Samhadi (Partai Golkar), Muklis. AW (PKPI) dan Mahmud Hasyem (PAN), disebutnya, pada saat melakukan pansus dewan telah menyampaikan yang menjadi persoalan di kecamatan Tangan-Tangan, salah satunya menyangkut dengan kios baru dan persoalan penyediaan air bersih untuk pasar

"Tapi kami di DPR tidak pernah disampaikan ada nya persoalan tentang itu, artinya manajemen yang tidak bagus tidak pernah disampaikan kepada kami", ungkapnya

Dikatakannya,saat Pansus yang dilakukan, ia bersama anggota DPRK lainnya telah menyampaikan persoalan itu pada dinas terkait, kios yang telah selesai dibangun itu untuk segera mungkin diaktifkan, serta pada saat itu pun pihak dinas terkait merespon untuk sesegera mungkin mengaktifkan kios yang baru dan pengadaan air bersih

"Alasannya belum serah terima, kita beri waktu dua bulan, tapi hingga kini juga belum diaktifkan", kata Agus.

Seharusnya, dikatannya yang paling aktif itu panitia untuk memberi masukan, sehingga perwakilan di dewan mengetahui yang menjadi kendala

"Jika panitia dan pihak kecamatan dapat berkoordinasi dengan dewan, kami dewan bisa mendorong pihak dinas terkait, tapi pihak kecamatan hanya terdiam", ucapnya

Rep : Muhammad Taufik