Powered by Blogger.

Mobile Menu

Advertisement

Update

logoblog

Mensos: Pesantren Harus Mampu Jawab Tantangan Globalisasi Budaya dan Ekonomi

19 February 2017
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa berharap pondok pesantren mampu menyumbang lebih banyak lagi energi positif untuk bangsa. Hal tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri Milad Ke 40 Pondok Pesantren Diniyah Putri Muara Bungo, Jambi.

"Tantangan Indonesia saat ini jauh lebih berat daripada tahun-tahun sebelumnya dan pondok pesantren harus bisa menjawab tantangan itu," ungkapnya

Dikatakan, tantangan yang cukup berat adalah dampak negatif globalisasi dan mudahnya akses informasi serta ancaman bahaya narkoba. Oleh karena itu, kyai di pondok pesantren juga harus melek teknologi informasi.

Menurut Khofifah, teknologi informasi saat ini sudah menjadi kebutuhan hampir semua lapisan masyarakat, terutama generasi muda. Karenanya tidak jarang ditemui banyak kejahatan yang memanfaatkan teknologi informasi seperti perdagangan orang, prostitusi online, dan narkoba. 

"Informasi yang bagus banyak, dan yang negatif pun juga banyak. Jika kyai dan ulama tidak memahami teknologi informasi bagaimana bisa berperan aktif membendung yang negatifnya," ujarnya. 

Peran teknologi informasi, lanjut Khofifah, sebenarnya bisa juga dimanfaatkan untuk kepentingan dakwah Islamiah. Dengan demikian jangkauan ummat yang terpapar dakwah bisa jauh lebih besar dan luas. 

Khofifah menambahkan, dengan melek teknologi informasi maka kedepan pondok pesantren bisa melahirkan SDM unggul, baik dari sisi spiritualitas maupun teknologi sehingga mampu menjawab tantangan globalisasi budaya dan ekonomi. 

Peran Perempuan
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyoroti peran kaum perempuan dalam membentuk karakter bangsa. Menurutnya, di era saat ini perempuan dituntut jauh lebih maju, berwawasan luas, cerdas, modern, dan bermartabat. Perempuan tidak lagi hanya berkutat dengan urusan domestik rumah tangga, namun juga kebangsaan. 

Khofifah menuturkan perempuan Indonesia harus menjadi pilar dalam membentengi anak-anak agar tidak menjadi anti-sosial. Perempuan Indonesia juga harus mampu menjaga ketahanan sosial dan kesejahteraan keluarga.

"Seiring tuntutan zaman, perempuan dituntut untuk merevitalisasi pola pengasuhan dan proses pendidikan anak-anak di dalam keluarga," ujarnya. 

Dengan demikian, generasi penerus bangsa memiliki karakter yang kuat dan terhindar dari berbagai dampak negatif arus globalisasi.

Dalam kunjungannya ke Ponpes Diniyah Putri, Muara Bungo, Jambi Khofifah juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan sejumlah sarana prasarana pendidikan. (*)