Powered by Blogger.

Mobile Menu

Advertisement

Update

logoblog

Datang ke Kamp Pengungsian Cipinang, Begini Cerita Mensos

24 February 2017
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengunjungi lokasi pengungsian warga Cipinang Melayu, di Masjid Universitas Borobudur Jakarta, Jalan Raya Kalimalang, Jakarta Timur, Kamis. 

Dalam kunjungan tersebut Mensos mengintruksikan pendirian tenda untuk pengungsi yang belum bisa kembali ke rumah akibat banjir yang menerjang rumah mereka.

"Saya mendapat laporan sebagian warga masih bertahan di masjid karena rumah mereka masih belum siap dihuni lagi. Karena besok masjid harus digunakan untuk Sholat Jumat maka warga membutuhkan tempat sementara. Maka perlu didirikan tenda pengungsian," kata Khofifah. 

Mensos mengatakan dalam kebencanaan, Kementerian Sosial bertugas memberikan perlindungan dan jaminan sosial kepada korban bencana. Salah satunya adalah memastikan tenda pengungsian dan dapur umum telah didirikan dan siap melayani warga.  

"Sekarang sudah disiapkan tenda di belakang masjid. Jadi kalau rumah belum siap ditinggali, pengungsi dapat memanfaatkan tenda yang disiapkan Kemensos," tambah Mensos. 

Dalam kesempatan tersebut Mensos juga menyerahkan bantuan untuk korban banjir Jakarta sebesar Rp1,4 miliar termasuk Jaminan Hidup (Jadup) kepada keluarga ahli waris korban banjir dan bantuan selimut secara simbolis, buffer stock (makanan kaleng), dan bantuan lainnya.

Di sela-sela kunjungan, Mensos menyapa para ibu dan anak-anak yang duduk di masjid. Kepada mereka, Mensos menanyakan bagaimana kondisi kesehatan dan apakah cukup nyaman pelayanan selama di pengungsian.

"Saya tadi berbincang dengan anak-anak. Mereka cerita ingin segera kembali ke sekolah. Semangat anak-anak belajar cukup tinggi. Artinya sekolah menyenangkan buat mereka dan tidak ingin berlama-lama di pengungsian," tambah Mensos. 

Banjir di Cipinang Melayu terjadi pada 19 Februari 2017. Wilayah terdampak di antaranya RW 04 dan RW 03 Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makassar. 

Banjir berawal dari Kali Sunter yang meluap dan kiriman air dari Bogor. Aliran air yang deras menerjang rumah-rumah warga dengan ketinggian bervariasi dari 50 cm sampai 2 meter.

Di lokasi pengungsian Masjid Kampus Universitas Borobudur terdapat 927 pengungsi. Sebanyak 100 jiwa adalah anak anak dan balita, 6 ibu hamil, dan 60 lansia. (*‎)