Powered by Blogger.

Mobile Menu

Advertisement

Update

logoblog

Mensos Letakkan Batu Pertama Empat Fasum di Pidie Jaya

15 January 2017
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa melakukan peletakan batu pertama empat Fasum (Fasilitas Umum) bantuan pemirsa salah satu stasiun televisi di Desa Paya, Trienggadeng, Pidie Jaya, Ahad (15/1/2016)

Empat Fasum yang akan dibangun diantaranya tiga rumah ibadah yaitu Meunasah Paya, Meunasah Keude, Meunasah Sagoe dan satu sekolah beserta asrama di Pesantren Thauthiatut Tarbiyah Kecamatan Pantee Raja. 

"Perkenankan saya menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang turut mensukseskan dan terlibat langsung membantu penanganan korban. Yang sudah ikut membantu dan membangkitkan kembali semangat warga Pidie Jaya," kata Khofifah dalam sambutannya.

Adapun dana yang berhasil dihimpun melalui 'Dompet Peduli Gempa Aceh' untuk pembangunan empat Fasum tersebut mencapai Rp 5,78 miliar. Besarnya antusiasme masyarakat menyalurkan bantuannya ini, menurut Khofifah adalah wujud dari semakin meluasnya kesadaran masyarakat dalam berperan aktif membantu dan melaksanakan tanggung jawab sosialnya.

Pada kesempatan itu, Khofifah yang juga Ketua Umum Muslimat NU ini juga mengajak masyarakat untuk tetap kuat dan tabah menghadapi musibah ini. Ia meminta warga selalu mendoakan keluarga maupun kerabat yang meninggal dunia akibat bencana gempa bumi yang terjadi akhir tahun lalu. 

"Di setiap kesempatan, saya selalu mengatakan ketika kita diberi ujian, kemudian kita lulus ujian, maka kita naik kelas. InsyaAllah kalau masyarakat Pidie Jaya lulus dari ujian ini maka akan naik kelas di hadapan Allah dan Masyarakat," kata Mensos.

Kunjungan ini adalah kali ketiga bagi Khofifah turun ke Pidie Jaya pascabencana gempa bumi. "InsyaAllah, kami akan terus bersambung program. Mudah-mudahan kalau kita bersambung silaturahmi kita akan terus bersambung program," ujarnya.

Wakil Bupati Pidie Jaya Said Mulyadi mengatakan Kementerian Sosial sudah menyalurkan sejumlah bantuan, diantaranya berupa Jadup (Jatah Hidup) yang diperuntukkan untuk korban yang rumahnya berat. Hingga saat ini, Ia memaparkan data rumah yang tidak layak lagi dihuni akibat bencana gempa, mencapai 2.200 unit. Sementara 4.500 rumah lainnya rusak berat dan harus diperbaiki.

"Kami bersama tim sudah verifikasi rumah rusak parah dan ringan. Mungkin ada diantara kita belum terdata, sudah kami sampaikan ke keuchik yang masih tercecer atau belum masuk dalam data untuk didata kembali untuk disampaikan ke Kemsos," kata Said.

Ia mengakui, bahwa sejumlah korban yang rumahnya rusak ringan hingga saat ini masih ada yang belum tersentuh bantuan. Namun Ia menyebutkan pihaknya terus mengupayakan bantuan dari Pemerintah Provinsi, Kementerian Sosial dan BNPB.

"Kami minta bersabar. Nanti kita ajukan lagi ke Pemerintah Kabupaten, Provinsi, Kementerian Sosial dan BNPB. Beri kesempatan kami dalam melakukan recovery ini. Hingga saat ini bantuan dari donatur masih terus mengalir," tandasnya.