Powered by Blogger.

Mobile Menu

Advertisement

Update

logoblog

Laporkan Bos FPI, PKS Ingatkan PMKRI

30 December 2016

Anggota DPR Aboe Bakar Al Habsyi mempertanyakan sikap Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) yang melaporkan imam besar FPI Habib Rizieq atas dugaan melakukan penistaan agama.

Aboe bilang, melaporkan persoalan pasal penistaan agama kepada penegak hukum itu hak semua orang. Bila memang ada bukti kuat terjadi penistaan agama sebagaimana dimaksud dalam pasal 156 atau 156a, maka semua pihak berhak membuat laporan karena negara kita adalah negara hukum.

"Apapun bentuknya penistaan terhadap agama akan dapat mengganggu harmoni dalam kebhinekaan di Indonesia," katanya kepada wartawan.

Namun, jelas dia, PMKRI harus bisa memahami konteks dari pasal 156 dan 156a tersebut, agar dapat menempatkannya dengan baik. Jangan sampai offside, dengan menuduh pemuka agama sedang melakukan penistaan. Padahal yang dilakukan adalah menjelaskan ajaran agama menurut kepercayaan mereka.

"Masing-masing agama memiliki kaidah kepercayaan tersendiri, sudah menjadi tugas para pemuda agama untuk menjelaskan persoalan tersebut di depan para penganutnya. Jangan seenaknya menuduh pemuka agama," ingatnya.

Aboe mengaku, telah menyimak video ceramah Habib Rizieq yang dipersoalkan PMKRI, dan tidak melihat adanya unsur penistaan agama dalam ceramah tersebut. "Habib justru patut diapresiasi, karena posisinya adalah menjelaskan bagaimana sikap seorang muslim terhadap persoalan Ketuhanan. Habib Rizieq hanya menjelaskan bahwa bagi seorang muslim mutlak mengakui bahwa hanya ada satu Tuhan," katanya.

Menurutnya, jika apa yang disampaikan oleh Habib Riziq ini penistaan agama, maka semua ustadz, kyai ataupun guru agama Islam akan dikenai pasal 156 dan 156a. Karena mereka pasti akan mengakarkan ketauhidan atau keberadaan Tuhan yang hanya satu.

"Rhoma Irama pun sudah melantunkan syair lagu ketauhidan puluhan tahun, dan tidak ada yang menyatakan itu penistaan untuk agama lain," cetusnya.

Ketua DPP PKS ini berharap, semua kelompok agama menghormati sikap dan tindak tanduk tokoh pemuka agama muslim. Tidak melakukan provokasi yang justru dapat menggangu kebhinekaan.
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, dilaporkan oleh Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP-PMKRI). Habib Rizieq dituding menistakan agama Kristen melalui ceramahnya pada Ahad (25/12) di Pondok Kelapa.

"Pada ceramah beliau di Pondok Kelapa pada tanggal 25 kemarin yang menyatakan bahwa 'Kalau Tuhan itu beranak, terus bidannya siapa?' dan di situ kita temukan banyak gelak tawa dari jemaat terhadap apa yang disampaikan dari Habib Rizieq tersebut. Jujur sebagai Ketua Umum PP-PMKRI, kami merasa terhina, merasa tersakiti dengan ucapan yang disampaikan oleh Saudara Habib Rizieq Shihab ini," kata Ketua Umum PP PMKRI Angelo Wake Kako.