Powered by Blogger.

Mobile Menu

Advertisement

Update

logoblog

Golkar Apresiasi Jokowi Bela Muslim Rohingya

13 December 2016


Partai Golkar mengapresiasi pernyataan Presiden Jokowi yang akan membantu warga Muslim Rohingya yang mendapatkan perlakuan diskriminatif di Myanmar.

Wabendum DPP Partai Golkar Arman Amir menilai, Pemerintah Indonesia memang seharusnya tidak tinggal diam terhadap nasib umat Islam di Myanmar. Pemerintah bisa melakukan serangkaian upaya untuk membantu kelompok minoritas Muslim di Myanmar sebagai wujud menegakkan kemanusiaan dan mewujudkan perdamaian.

"Sikap Presiden Jokowi patut diacungi jempol. Indonesia sebagai negara mayoritas muslim harus berperan aktif membantu warga muslim di Myanmar. Ini demi menegakkan perdamaian di muka bumi ini," katanya kepada wartawan di Jakarta.

Arman mengatakan, pemerintah perlu lebij kencang mengangkat isu penindasan Muslim Rohingya di forum-forum internasional. Selain itu berupaya juga melakukan berbagai tindakan konkret seperti membantu fasilitas kesehatan, makanan-minuman dan logistik lainnya.

"Indonesia negara terbesar di Asean. Diharapkan dengan desakan Indonesia, kelompok mayoritas di Myanmar tidak lagi semena-mena terhadap warga minoritas rohingya," ujarnya.

Wakil Ketua Umum Ormas MKGR ini berharap, Pemerintah bisa mempengaruhi negara-negara Asean untuk menekan Myanmar mengakhiri penindasan terhadap Muslim Rohingya.

"Kami juga mengajak seluruh komponen umat Islam untuk memberikan bantuan kepada kaum muslimin Rohingya. Derita yang mereka rasakan adalah derita seluruh muslimin di dunia," katanya.

Arman menilai, tragedi yang menimpa kaum Rohingya merupakan tragedi kemanusiaan yang tidak bisa diterima oleh masyarakat Indonesia, negara-negara anggota Asean dan juga masyarakat internasional.

Menurut dia, respon pemerintah Myanmar dan Militer Myanmar telah melampaui batas-batas yang wajar serta mengabaikan ketentuan-ketentuan internasional terkait perlindungan hak warga sipil dalam konflik bersenjata.

"Pemimpin Myanmar harus diadili dan diseret ke Mahkamah Internasional kalau membiarkan terus terjadinya pembataian," cetusnya.

Arman mengutarakan, berdasarkan laporan-laporan yang diterima kader Golkar, disebutkan bahwa sejumlah desa-desa dibakar dan menyebabkan ratusan jiwa tewas jika diakumulasi dengan peristiwa-peristiwa serupa pada tahun-tahun sebelumnya, serta ratusan ribu orang lainnya terusir dari kampung halaman dan hidup terlantar sebagai pengungsi.

"Kekerasan, pembunuhan massal, perampasan dan pengusiran tersebut di atas sesungguhnya telah dilaporkan, namun belum mendapat respon yang memadai dari pemerintah Myanmar, bahkan kualitas dan upaya perlindungan HAM bagi etnis Rohingya di Myanmar semakin memburuk," pungkasnya.