Powered by Blogger.

Mobile Menu

Advertisement

Update

logoblog

Konferensi Interpol Jadi Panggung Polri

08 November 2016
Istanapos.com - Pengamat intelijen Macta Indonesia, Muhammad Arfan berharap, Kepolisian Republik Indonesia bisa mengaungkan isu kejahatan transnasional dalam Konferensi Internasional Police (Interpol) ke-85 tahun 2016, hari ini.

Menurut dia, ditunjuknya Indonesia sebagai tuan rumah konferensi interpol, menjadi momentum yang tepat untuk mengakselerasi kerja sama transnasional dalam dunia Kepolisian.

"Polri Indonesia bisa mengaungkan kerja sama intelijen antar negara Asia Tenggara terkait masalah penanganan kejahatan transnasional, khusus di wilayah perbatasan," kata Arfan kepada wartawan.

Menurutnya, kebijakan strategis pengamanan lintas negara harus digaungkan dalam nuansa membangun persaudaraan, terutama dengan negara-negara di sekitar Asia Tenggara.

Kata dia, pengamanan lintas negara menjadi urgensi dalam rangka membangun optimisme baru di antara pemimpin-pemimpin negara Asia Tenggara yang menghadapi masalah yang relatif sama.

"Kerja sama wilayah perbatasan akan efektif untuk menangkal, kejahatan terorisme, narkoba, SDA, kemaritiman dll," katanya.

Dijelaskannya, Konferensi Interpol yang diikuti 190 negara anggota dengan perwakilan total sebanyak 1.200 orang sangat strategis. Kegiatan ini merupakan momentum terbaik untuk membicarakan pengurusan isu global dalam kerja sama penegakan hukum.

"Pemerintah sedang memiliki banyak agenda strategis, mulai dari Tax Amnesty, Penanganan Narkoba, Reformasi Hukum, dan juga penguatan edukasi sipil. Melalui kerja sama keamanan antar kepolisian negara di Asean, gangguan terhadap agenda strategis pemerintah ini bisa diredam," terangnya. (Cg)