Powered by Blogger.

Mobile Menu

Advertisement

Update

logoblog

Jangan Biarkan Negara Dirusak Penista Agama

04 November 2016
Istanapos.com - Anggota DPR Aboe Bakar Al Habsyi memandang unjuk rasa hari ini sebagai aksi yang mewakili rakyat Indonesia. Sebab, massa yang datang dari berbagai daerah di penjuru negeri. 

"Jadi terlalu naif bila dikatakan bahwa ini adalah bagian dari konstalasi politik Jakarta. Selain aksi di Jakarta, hari ini juga banyak di gelar aksi di daerah, ini adalah representasi dari kemarahan publik atas penistaan yang dilakukan terhadap kitab sucinya," katanya kepada wartawan.

Demo 4 November, jelas Aboe, bisa jadi terjadi karena umat marah melihat seolah oknum seorang pejabat negara yang tidak tersentuh hukum.  "Para kyai yang santun akhirnya harus turun gunung karena seolah ada orang yang kebal hukum," ujarnya.

Aboe bilang, publik akhirnya membandingkan kasus ini dengan penistaan yang dilakukan oleh AH di Solo akhir bulan kemarin. AH melakukan tindakan penistaan terhadap Al Quran pada tanggal 31 Oktober dini hari, sekitar pukul 4 pagi. Polres Solo dan Polda Jateng bertindak dengan sangat cepat, tidak sampai 38 jam, yang bersangkutan sudah menjadi tersangka. Pada tanggal 1 Nopember pukul 17.00 sore, polisi sudah menahan AH. 

"Kasus AH ini adalah proses penegakan hukum yang benar, lantas kenapa yang di Jakarta ini seolah kebal hukum? Ini yang membuat masyarakat marah," cetus anggota Komisi III DPR ini.

Politisi PKS ini berujar, selama ini rakyat telah berupaya maksimal menahan diri, para kyai, ustadz maupun tokoh masyarakat sudah berupaya menenangkan masyarakat. Namun mereka tidak bisa tinggal diam ketika ada seorang yang seenak dirinya menghina kitab suci orang lain. 

"Mereka menjadi marah ketika hukum tidak bisa bekerja pada penista agama. Tuntutan yang diberikan tidak aneh, hanya minta penegakan hukum yang benar," urainya.

Menurutnya, apa yang diminta rakyat terhadap penista agama, telah sesuai dengan amanah konstitusi. Pasal 1 angka 3 UUD menyebutkan negara kita adalah negara hukum. 

Dikatakannya, ribuan rakyat yang berdemo adalah para pejuang konstitusi, mereka ingin konstitusi negara ini ditegakkan. Mereka tidak mau hukum di negara ini dikangkangi untuk kepentingan seseorang saja.

"Oleh karena itu jawabannya sederhana, tegakkan aturan hukum. Sehingga masyarakat akan tenang dan tidak lagi bergolak. Jangan pertaruhkan konstitusi kita hanya untuk seseorang, dan jangan pertaruhkan aspirasi ribuan orang ini hanya untuk seseorang," pungkasnya.