Powered by Blogger.

Mobile Menu

Advertisement

Update

logoblog

Indonesia Penting Bagi Trump

16 November 2016

Istanapos.com - Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR, Juliari Batubara optimistis hubungan Indonesia dengan Amerika Serikat tetap harmonis setelah Donald Trump menjabat Presiden menggantikan Barrack Obama.

"Saya kira Indonesia cukup penting buat AS untuk kebijakan luar negeri, walaupun mungkin bukan prioritas. Tapi AS tetap berkepentingan menjaga hubungan yang sudah terjalin," kata wakil rakyat yang biasa disapa Ari ini.

Menurutnya, Presiden AS terpilih berkepentingan dengan Indonesia di Asia Tenggara. Sebab, sebagai negara terbesar di Asia Tenggara (Asean) posisi Indonesia sangat strategis. Terlebih, negara saingan AS, yakni China saat ini sedang agresif-agresifnya melebarkan pengaruhnya di Asean, baik secara politik maupun secara ekonomi.

"Sebagai negara yang umat Muslimnya terbesar di dunia, AS juga berkepentingan agar Indonesia tetap menjadi negara yang bisa mempraktekkan demokrasi. Tidak berubah haluan," ujarnya.

Namun, jelas Ari, untuk saat ini Indonesia masih terlalu dini membaca arah kebijakan ekonomi dan politik pemerintahan Trump ke depan. Prediksi baru mungkin dilakukan, sesudah Trump memilih beberapa posisi kunci dikabinetnya seperti posisi Secretary of State, Secretary of Defense and Secretary of Treasury.

"Atau Menlu, Menhan dan Menkeu. Sehingga dari latar belakang orang-orang kabinet tersebut kita bisa lebih memprediksi ke depannya seperti apa pemerintahan Trump," cetus politisi muda PDIP ini.

Ari menyarankan, Pemerintah Indonesia tidak khawatir secara berlebihan atas terpilihnya Trump. Kata dia, pemerintah tetap saja konsisten dengan agenda-agenda pembangunan ekonomi yang sedang dijalankan sekarang, khususnya kebijakan untuk penyehatan kondisi fiskal dan sekaligus melanjutkan pembangunan proyek-proyek infrastruktur yang vital.

"Terkait persoalan perdagangan MEA, saya kira juga efek terpilihnya Trump tidak terlalu berdampak significant. Hanya yang kita tahu bahwa Trump memang tidak terlalu pro terhadap pakta-pakta kerja sama-kerja sama perdagangan bebas," pungkasnya.