Powered by Blogger.

Mobile Menu

Advertisement

Update

logoblog

Suami Mirna: Mirnanya Nggak Balik Lagi

08 October 2016
IstanaPos.com, Jakarta - Mengenakan pin bertuliskan Justice for Mirna di atas saku baju bagian kiri, Arief Soemarko suami dari Wayan Mirna Salihin, korban pembunuhan yang diduga menggunakan racun sianida ke dalam minuman kopi di kafe Olivier, terisak dan tak mampu menahan tangisnya ketika bercerita tentang kenangannya bersama Mirna. Keduanya berpacaran cukup lama, hingga delapan tahun. Namun, baru sebulan menikah, istrinya pergi untuk selama-lamanya.

Kini proses hukum terkait kasus ini terus berjalan. Bermacam spekulasi bermunculan, termasuk keyakinan pengacara senior Hotman Paris yang menyatakan Jessica pasti bebas dari jeratan hukum, karena berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi, bukti rekaman CCTV dianggap tidak sah. Selain itu, Arief juga mengaku terkejut, ketika jaksa hanya mengajukan tuntutan 20 tahun untuk Jessica.

"Maksudnya mau 10 tahun, 20 tahun, mau seumur hidup, mau mati kan kita nggak akan pernah puas. Karena Mirna nggak pernah balik," kata Arief, ketika berbincang dengan IstanaPos.com.

"Setidaknya seumur hidup. Kalau 20 tahun, dapat remisi nggak berapa lama juga bebas. Terus dia dendam sama keluarga, keluarganya diincar lagi. Maksudnya orang seperti ini akan dijadikan contoh ke depannya. Kemarin pun ada kejadian dengan kasus serupa, kopi dimasukin sianida, dua orang meninggal. Itu kan bahaya banget buat masyarakat. Kita semua tidak aman. Apalagi itupun teman sendiri yang melakukan. Kita nggak boleh percaya sama siapa-siapa donk kalau gitu sekarang. Harus percaya sama diri sendiri aja, gimana dunia ini. Apalagi kalau peradilannya tidak sempurna. Makanya harus ada keadilan untuk kasus ini," tambahnya.

Selain itu, menurutnya hukuman penjara selama  20 tahun cukup mengancam  keluarga dan masyarakat. Setelah habis masa tahanan, yang bersangkutan bisa saja mengincar keluarga  dan orang lain.

Namun demikian, Ia mengaku tidak menaruh curiga dalam proses penegakan hukum terhadap Jesssica. Ia melihat, semuanya dilakukan secara objektif dan profesional. "Saksi-saksi yang dihadirkan oleh JPU dan yang sudah diperiksa oleh Polisi ya sangat profesional. Sungguh akurat. Karena saksi-saksi ahli yang dihadirkan pun benar-benar top," tutup Arief.