Powered by Blogger.

Mobile Menu

Advertisement

Update

logoblog

Setnov Ingin Perberat Sanksi Untuk Kader Korup dan Narkoba

11 October 2016
IstanaPos.com - Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto meminta agar Peraturan Organisasi (PO) partai beringin itu direvisi. Salah satu yang diprioritaskan adalah dengan memasukkan tambahan sanksi terhadap pelaku pelanggaran extraordinary crimes. Menurutnya, hal itu tidak bisa dibiarkan karena bisa merusak citra partai.

"Jika dimungkinkan untuk menangani pelanggaran kode etik yang merusak citra partai, perlu dilakukan segera revisi peraturan organisasi. Dengan memasukkan tambahan sanksi pemberhentian seketika untuk pelanggaran extraordinarycrime, atau kejahatan luar biasa," ujar Setnov usai mengambil sumpah hakim Mahkamah Partai Golkar (MPG) di Hotel Sahid Jaya, Jakarta (11/10/2016)

"Seperti tertangkap tangan kasus Tipikor dan kasus Narkoba. Dalam waktu dekat ini akan kita lakukan terobosan-terobosan baru," sambungnya.‎

Selain itu, Setnov mengingatkan agar MPG berkonsentrasi mengawal Pilkada 2017, Pilkada 2018, serta Pileg dan Pilpres. Menurutnya, sengketa di Pilkada kali ini akan lebih banyak terkonsentrasi di‎ Bawaslu dan PTUN. Bukan di Mahkamah Konstitusi.

"Karena yang dapat dimohonkan ke Mahkamah Konstitusi hanya untuk sengketa suara dibawah dua persen saja. Jadi sekarang sengketa banyak di tingkatan Bawaslu dan PTUN," urainya.