Powered by Blogger.

Mobile Menu

Advertisement

Update

logoblog

Medsos Pemerintah Bukan Alat Kampanye

16 October 2016
IstanaPos.com - Ketua DPP PKS Aboe Bakar Al Habsyi yang juga anggota DPR Komisi III meminta akun media sosial yang dipergunakan instansi pemerintah tidak dipergunakan untuk kepentingan politik pihak tertentu. Khususnya, yang terkait pilkada.

Aboe khawatir momentum pilkada ikut menyeret aparat yang bekerja di instansi pemerintahan, khususnya yang mengelola akun media sosial hanyut dalam euforia yang mengarah pada sikap dukung mendukung salah satu calon.

Anggota Komisi III ini mengaku sempat menuai banyak pertanyaan dari masyarakat dalam kasus pilkada DKI Jakarta. Khususnya, pertanyaan berkaitan dengan akun TMC Polda Metro Jaya di Twitter yang mengunggah permintaan maaf calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok.

"Dalam kasus ini masyarakat banyak menanyakan apa hubungan Polda Metro dengan Ahok yang notabene calon kepala daerah, sehingga punya kepentingan terhadap persoalan tersebut," katanya kepada wartawan hari ini.

Aboe mengutarakan, akibat akun Twitter Polda Metro Jaya menggungah permintaan maaf Ahok banyak masyarakat yang mempertayakan. "Akhirnya saya jelaskan kepada masyarakat, mungkin saja Polda Metro ingin mendinginkan suasana sehingga mengunggah berita tersebut," ujarnya.

Politisi asal Kalimantan Selatan ini berharap, ke depan akun media sosial yang dikelola pemerintah, khususnya yang menjadi mitra komisi III dan jajarannya digunakan sebagaimana mestinya. Pengelolaannya harus dilakukan dengan hati-hati, dan sebaiknya dihindari masuk pada persoalan yang bersifat sensitif.

"Jangan sampai akun official dari organ pemerintah terlihat menjadi buzzer pihak tertentu," ujarnya.

Aboe meminta publik untuk tenang menyikapi unggahan akun Polda Metro Jaya. Sebagai anggota Komisi Hukum, dirinya dalam waktu dekat akan menyampaikan kepada Kapolda Metro, agar dievaluasi dan dilakukan perbaikan dalam pengelolaan akun media sosial.

"Di tengah hangatnya situasi Pilkada di Jakarta, saya berharap Polisi sebagai aparat penegak hukum dapat membawa diri dengan baik. Karena pada dasarnya mereka adalah pengayom dan pelindung masyarakat. Jangan sampai terkesan masuk dalam satu kubu tertentu," ingatnya.

Diketahui, belum lama ini akun media sosial Twitter resmi milik TMC Polda Metro Jaya sempat menjadi pembicaraan publik dunia maya. Sebab @TMCPoldaMetro mengunggah permohonan maaf Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama terkait tudingan penistaan agama.