Powered by Blogger.

Mobile Menu

Advertisement

Update

logoblog

Kapolri Tak Boleh Tebang Pilih Kasus

22 October 2016

IstanaPos.com- Anggota Komisi III DPR Aboe Bakar Al Habsyi mengingatkan Polri perlu kembali menegaskan komitmennya untuk bertindak secara profesional dan pro justicia dalam persoalan dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaya Purnama alia Ahok.

Aboe menyatakan, keberadaan Polri sangat disorot ketika dulu ada informasi penolakan laporan dugaan penistaan agama lantaran belum ada fatwa MUI. Hal ini memang tak pernah terjadi sebelumnya, karena Polri memiliki kewajiban menerima laporan masyarakat apapun isinya. Kemudian, Polri kembali disorot lantaran ingin menunda perkara ini, lantaran ada Perkap tentang penundaan sementara proses hukum kepada calon kepala daerah yang dilaporkan atau tersangkut kasus pidana tertentu.

"Publik tentunya bisa cukup geram, lantaran sepertinya Basuki memiliki kekebalan hukum dan bertindak semaunya sendiri, dan tindakannya melukai ummat Islam," katanya di Jakarta, kemarin.

Aboe mengingatkan, sempat beredar di pesan elektronik dalam berbagai group Whatsapps tampilan slide arahan Kapolri, yang sekilas dibaca sepertinya ada upaya untuk menggembosi gerakan ummat Islam yang menuntut proses hukum terhadap Basuki.

"Kapolri perlu mengkonfirmasi apakah itu benar merupakan arahan dari beliau. Bila itu benar, seharusnya arahan yang demikian tidak perlu dilakukan. Polri cukup kembali saja ke khittahnya, yaitu menjalankan tugasnya sebagai penegak hukum yang baik dan profesional. Karena yang diminta ummat Islam itu sebenarnya sangat sederhana, yaitu penegakan aturan hukum," ujarnya.  

Aboe menjelaskan, sebenarnya apa yang dilakukan ummat Islam melaporkan Ahok ke Polisi adalah bentuk kepercayaan mereka terhadap institusi Polri. Mereka lebih memilih menyelesaikan persoalan ini dengan melaporkan ke kepolisian dan menggunakan instrumen hukum negara, daripada melakukan eigen rechting atau tindakan main hakim sendiri.

"Tindakan Ini sesuai dengan janji Kapolri yang disampaikan pada bulan Juli kemarin, bahwa beliau akan menindak siapapun yang menyebar Isu SARA. Jadi yang dilakukan masyarakat sekarang adalah mengawal pelaksanaan janji Kapolri tersebut," cetusnya.

Aboe mengatakan, perlu dipahami bahwa aksi ummat Islam melaporkan Basuki tidak hanya terjadi di Jakarta, namun juga di tempat lain. Karena yang disinggung oleh Basuki bukan cuman masyarakat muslim di Jakarta.

"Oleh karenanya, mereduksi persoalan ini dalam konteks lokal Jakarta adalah kesalahan yang mendasar. Apalagi bila persoalan ini kemudian dikatakan sebagai upaya politis, sungguh hal itu akan semakin menyakiti hati ummat Islam," katanya.

Sebagai mitra kerja, Aboe memberikan dukungan penuh kepada Polri untuk menjalankan tugasnya dengan baik. Tak perlu tengok kanan dan kiri, cukup kerjakan tugasnya dengan profesional dan baik.